Enam Penyebab Gusi Berdarah yang Harus Diketahui
Menurut Dr Peter Doig, seorang dokter gigi sekaligus Presiden Asosiasi Gigi Kanada, gusi berdarah merupakan sesuatu hal yang tidak boleh anda abaikan
TRIBUNJOGJA.COM - Saat sedang menggosok gigi, tiba-tiba anda menemukan darah di sikat gigi. Bisa jadi itu berasal dari gusi yang luka hingga berdarah. Menurut Dr Peter Doig, seorang dokter gigi sekaligus Presiden Asosiasi Gigi Kanada, gusi berdarah merupakan sesuatu hal yang tidak boleh anda abaikan. JIka hanya sekali, memang bisa jadi gusi terluka akibat makanan atau tergores sikat gigi, namun bagaimana jika hal itu terjadi terus-menerus? Berikut penjelasan Doig mengenai hal itu ;
1. Radang gusi
Jika gusi terus-menerus berdarah, ada kemungkinan anda mengalami radang gusi. Terjadi akibat penumpukan plak dan gigi berlubang hingga menyebabkan peradangan pada gusi. Bahayanya, radang gusi ini kerap kali tak terdeteksi karena tidak menimbulkan rasa sakit dan juga tidak ada gejala tertentu sebelumnya. Anda hanya bisa menandainya jika terus muncul pendarahan pada gusi. Padahal jika terus dibiarkan, ini akan menjadi lebih parah semisal memicu penyakit periodontal yakni kondisi mulut kritis yang ditandai dengan adanya kerusakan jaringan gusi dan gigi.
Kabar baiknya, radang gusi bisa dihindari. Bahkan Doig menyebutkan radang gusi 100 % bisa dihindari. Kuncinya anda harus menjaga kebersihan mulut dengan teliti. Menyikat gigi secara teratur maupun flossing gigi untuk menghilangkan plak. Selain itu, hal ini juga bisa dicegah dengan rutin mengontrol kesehatan gigi ke dokter gigi.
2. Perokok berisiko paling tinggi
Perokok berada pada resiko paling tinggi mengalami gusi berdarah. Lantaran kebiasaan buruk ini cenderung menyebabkan peningkatan penyakit periodontal. Salah satunya, asap rokok bisa meninggalkan iritasi racun pada gigi sehingga memengaruhi tingkat kebersihan mulut. Maka dari itu, berhentilah merokok jika anda menyayangi gusi anda.
3. Konsumsi makanan bergizi buruk
Radang gusi juga bisa dipicu akibat konsumsi makanan yang tak bergizi. Maka ada baiknya terapkanlah pola hidup sehat dengan makanan yang juga sehat semisal sayuran segara, biji-bijian, susu dan protein. "Menjalani pola hidup sehat adalah pertahanan kesehatan paling penting," tandas Doig.
Namun ia mengingatkan bahwa makanan sehat saja tidak cukup, namun anda juga harus memastikan mulut yang sehat. Lupakan tentang makanan yang bisa memberikan 'keajaiban' bahwa makanan ini bisa menjaga kesehatan gusi dan mencegah penyakit mulut. Menrut Doig, hal itu tidak ada, lantaran satu-satunya menjaga kesehatan gusi dan gigi hanyalah dengan cara menyikat gigi. "Kombinasi kebersihan mulut yang baik dan kesehatan secara keseluruhan adalah pencegahan terbaik," tandasnya.
4. Perubahan hormonal
Dr Doig mengatakan gusi berdarah juga bisa dipicu akibat adanya perubahan hormon saat menstruasi dan masa kehamilan. Perubahan hormonal pada masa kehamilan ini bisa memicu radang gusi dan juga penyakit mulut lainnya. "Ada wanita yang mengalami radang gusi akibat dari siklus bulanan mereka," jelasnya.
5. Kebiasaan kebersihan mulut yang buruk
Menyikat gigi terlalu keras, atau bahkan lupa menyikat gigi merupakan faktor penting menjaga kebersihan mulut. Jika anda melakukan kebiasaan buruk ini, maka resiko radang gusi akan meningkat. "Pemcu pertama radang gusi adalah karena adanya akumulasi plak. Maka sikatlah gigi minimal dua kali sehari, pagi dan sebelum tidur. Lantaran bakteri dalam plak akan menggunakan sisa-sisa makanan untuk menghasilkan asam yang dapat memengaruhi gusi dan gigi," paparnya.
6. Anda tengah mengonsumsi obat tertentu
Beberapa jenis obat ternyata bisa memicu peradangan pada gusi. Semisal antikonvulsan seperti dilantin dapat menyebabkan gusi bengkak. "Mungkin ada sekitar 400 obat yang dapat memengaruhui pasokan jumlah saliva dalam mulut termasuk antihistamin, obat penenang, anti depresan dan anti psikotik," ungkapnya.
Hal ini memang akan memengaruhi kondisi kesehatan mulut terutama jika pasokan saliva terganggu yang membuat mulut anda menjadi kering. (*)
Sumber : Best Health Magazine