Magelang Rawan Peredaran Mi Formalin
Selain Magelang, beberapa kota lain yang banyak ditemukan mi formalin di Jateng adalah Pekalongan, Solo, dan Batang.
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Hendy Kurniawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Penyidik BPOM, Prihandrio mengungkapkan Kota dan Kabupaten Magelang merupakan wilayah yang rawan untuk peredaran dan pembuatan mi formalin. Selain Magelang, beberapa kota lain yang banyak ditemukan mi formalin di Jateng adalah Pekalongan, Solo, dan Batang.
“Magelang memang salah satu yang cukup rawan dan banyak ditemukan pabrik mi formalin,” ujarnya.
Sementara itu, Narsipah, salah satu warga yang rumahnya berdekatan dengan produksi mi formalin mengaku, dirinya tidak mengetahui jika sebelah rumahnya dijadikan tempat produksi mi. Tidak hanya itu, pihaknya juga tidak mengetahui jika mi yang diproduksi mengandung bahan pengawet jenazah.
Dia mengatakan, warga sekitar jarang bertemu dengan pemilik rumah karena memang jarang di rumah. “Hanya pas pertemuan keluarga saja rumah itu difungsikan. Yang datang juga paling hanya tukang kebun setiap harinya,” ucapnya.
Dia membenarkan jika rumah bergaya modern klasik itu pernah dijadikan pabrik mi pada 2014 lalu. Namun demikian, karena limbah produksi menyebabkan masalah, lalu pabrik itu tidak beroperasi. “Warga keberatan karena asap hasil produksi mi mengganggu warga sekitar,” ujarnya.
Petugas Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jawa Tengah menggrebeg pabrik rumahan mie basah berformalin di sebuah rumah di Dusun Manggisan, Desa Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Rabu (18/2/2015) siang. Sedikitnya 220 kilogram mi basah disita petugas dari penggrebegan itu. (*)