Granny Smith dan Royal Gala Dilarang, Apel Malang Laris Manis

Permintaan apel lokal di beberapa toko buah di Yogyakarta meningkat.

Tayang:
Penulis: Hamim Thohari | Editor: Muhammad Fatoni

Laporan Reporter Tribun Jogja, Hamim Thohari

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Larangan menjual apel impor asal Amerika Serikat jenis Granny Smith dan Royal Gala karena mengandung bakteri berbahaya, Listeria monocytogenes, membuat permintaan apel lokal di beberapa toko buah di Yogyakarta meningkat.

"Sebelum ada larangan menjual apel impor, khususnya Granny Smith dan Gala, biasanya kami menghabiskan satu dus (20 kg) apel lokal. Tetapi saat ini dalam sehari kami bisa menghabiskan dua dus apel lokal yang berasal dari Malang," ungkap Nita Triutami, pengelola salah satu toko buah yang terletak di jalan Colombo Yogyakarta, Selasa (3/2/2015).

Dari dua jenis apel impor asal Amerika yang dilarang dijual, selama ini Nita hanya menjual apel jenis Granny Smith. Untuk jenis apel Gala dirinya tidak menjual karena harganya yang cukup tinggi.

Meskipun permintaannya meningkat, harga apel lokal tidak mengalami kenaikan. Harga tiap kilogram apel yang berasal dari Malang tersebut Rp20 ribu perkilonya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Tini, pegawai kios buah Rejeki yang terletak di Jalan Kusumanegara Yogyakarta. Dia mengungkapkan jika sebelumnya, satu kardus apel lokal baru habis dalam empat hari, maka saat ini satu kardus apel lokal bisa habis terjual dalam dua hari.

"Setelah ada larangan menjual apel granny smith dan gala, konsumen kami yang selama ini mencari apel import sekarang beli apel lokal," ungkapnya. Meskipun ada peningkatan dalam penjualan apel lokal, tetapi untuk penjualan apel import (selain granny smith dan gala) mengalami penurunan.

Dikatakan Tini, saat ini masyarakat takut membeli apel import apapun itu jenisnya, seperti apel Fuji yang berasal dari Tiongkok dan apel Washington yang berasal dari Amerika. Sebelum kasus apel import berbakteri mencuat, dalam dua hari Tini bisa menjual dua kardus (satu kardus isi 20 kg) apel Fuji. Tetapi sejak empat hari yang lalu, dua kardus apel Fuji yang dimilikinya belum habis terjual.

"Untuk apel Washington sama saja, dulu dua hari bisa menghabiskan satu kardus. Saat ini, satu kardus belum habis sejak empat hari yang lalu," tambahnya.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved