Masyarakat Dihimbau Waspada DBD

Menanggapi hal tersebut, Pusat Kedokteran Tropis – Universitas Gadjah Mada pada Senin (2/2/2015), menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan

Tayang:
Penulis: mrf | Editor: Hendy Kurniawan

Laporan Reporter Tribunjogja, M Resya Firmansyah

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Saat ini Pemda DIY tengah meningkatkan kewaspadaan dini terkait kasus Deman Berdarah Dengue (DBD) dengan mengeluarkan Instruksi Gubernur No 6/INST 2/2014, mengingat kasus DBD di Indonesia meningkat dengan sangat tajam tiap 3-5 tahun sekali.

Menanggapi hal tersebut, Pusat Kedokteran Tropis – Universitas Gadjah Mada pada Senin (2/2/2015), menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan cara melindungi diri mereka dari gigitan nyamuk. Di antaranya melalui aktivitas 3M (menguras, mengubur, dan menimbun), memasang kelambu, dan menggunakan rapelen atau lotion.

Menurut peneliti utama Eliminate Dengue Project (EDP) UGM, dr Riris Andono Ahmad PhD, masyarakat harus mengenali perilaku nyamuk penyebab demam berdarah dengue. Ciri-ciri nyamuk tersebut antara lain tidak berisik saat terbang, umumnya terbang pada ketinggian 1 meter, dan biasanya menggigit di pagi atau sore hari.

“Dari hasil penelitian, biasanya menggigit kalau tidak pagi ya sore. Jadi diharapkan masyarakat menggunakan celana panjang supaya tidak terjangkit,” ujarnya.

Ia menambahkan, gejala terjangkit demam berdarah dengue adalah tiba-tiba demam disertai nyeri kepala, demam tinggi hingga 40 derajat celcius selama 48 jam, sakit mata, dan badan pegal-pegal. Sementara untuk gejala bayi yang terjangkit, biasanya akan rewel dan muntah.

Riris menganjurkan apabila masyarakat menemukan gejala tersebut pada anggota keluarganya, secepatnya harus berobat ke rumah sakit. Katanya, setelah 48 jam biasanya demam itu akan turun dan itulah fase berbahaya yang sebenarnya.

“Ketika demam turun mungkin orang sekitarnya menganggap dia sembuh, padahal tidak. Setelah demam turun, biasanya tubuh korban akan semakin lemah. Biasanya setelah itu fase berbahayanya,” ungkap Riris. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved