Ingin Lepas Penat, Cobalah Sensasi Baru Mbelan River Tubing Ini
Warga di lereng gunung Merapi menawarkan alternatif baru, yakni arung jeram dengan memanfaatkan saluran irigasi sari sabo dam Sungai Pabelan.
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM - Wisata minat khusus arung jeram mungkin menjadi alternatif melepas penat yang khas dari Kabupaten Magelang. Di wilayah ini, wisatawan bisa menyusuri derasnya sungai Progo maupun sungai Elo yang sudah dikenal ribuan wisatawan.
Namun, warga di lereng gunung Merapi menawarkan alternatif baru, yakni arung jeram dengan memanfaatkan saluran irigasi sari sabo dam Sungai Pabelan.
Sejumlah wisatawan nampak senang saat menjajal arung jeram yang baru dirintis oleh karang taruna Dusun Krogowanan, Desa Krogowanan, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang sejak November 2014 ini. Adrenalin terpacu saat sebuah ban dalam mobil truk berukuran besar meluncur di wahana wisata yang dinamakan Mbelan River Tubing ini.
Sebelum memulai petualangan air yang sensasional dan asyik, wisatawan harus membakar kalori dan lemak dengan menempuh perjalanan sejauh 2.000 meter untuk mulai start di bawah jembatan Tlatar. Ban yang dinaiki oleh wisatawan kemudian meluncur setelah pemandu memberikan aba-aba, dan siap menyusuri irigasi di Dusun Karangrejo, Nglumut, melingkari dusun Krogowanan dan kemudian finish di Dusun Talaman.
Yang menarik dalam wisata ini adalah wisatawan bisa merasakan sensasi melewati terowongan di bawah Jalan Raya Solo-Selo-Borobudur. Meski tak seliar di Kali Progo namun tubing ini cukup menantang dan bisa menciptakan sensasi dan tantangan berbeda ketimbang tubing menyusuri sungai.
Saluran irigasi hanya berukuran 1-2 meter dengan kedalaman air antara 0,5 meter - 1 meter. Tantangan ini sangat menarik sehingga andrenalin kita bisa terpompa maksimal. Wisatawan akan menemukan banyak jeram-jeram kecil. Wisatawan juga harus mewaspadai “ancaman” jembatan-jembatan pendek yang berjejer di atas saluran irigasi.
Yang diperlukan dalam mencoba sensasi tubing ini, adalah tubuh harus selalu sigap. Saluran irigasi Krogowanan juga memiliki tingkat kemiringan cukup tinggi sehingga air bisa mengalir deras. Jika tidak, tubing bisa terbalik serta tubuh menghantam batu-batu atau bahkan kepala membentur jembatan.
Meski demikian, wisatawan tidak perlu khawatir karena pengelola sudah membuat standar pengamanan. Pengelola mensyaratkan peserta memakai helm pengaman, decker sikut kanan dan kiri, serta decker kaki kanan dan kiri. Peserta juga akan mendapat briefing sebelum berdoa dan memulai tantangan.
Ditutup Saat Lahar Hujan
Ketua Kelompok Mbelan River Tubing Sutejo (40), menjelaskan, ide awal pendirian wahana ini bermula ketika dirinya menyaksikan Youtube yang berisi tayangan wahana serupa di Bali. Dia menuturkan, Krogowanan dipandang memiliki potensi besar untuk diangkat menjadi desa wisata dan tidak kalah menarik dari Bali. Apalagi, desa ini menjadi jalur wisata utama menuju gardu pandang Gunung Merapi, Ketep Pass.
"Kami menawarkan dua keuntungan yang bisa dinikmati wisatawan. Yakni bisa menikmati keindahan alam lereng Merapi sekaligus keramahtamahan penduduk sekitar yang akan senantiasa menyapa. Serta hiburan berupa wisata tubing," ujar pria yang akrab dipanggil Tejo ini, belum lama ini.
Dia mengatakan, ada sebanyak 23 orang kru yang disediakan untuk memandu wisatawan. Kru tersebut merupakan para pemuda Dusun setempat yang berasal dari bermacam-macam latar belakang. Seperti pelajar, petani, pedagang, karyawan dan sebagainya.
Dia optimis wisata ini akan berkembang di Magelang karena selama ini pengunjung Candi Borobudur dan Ketep Pass semakin meningkat. Saat ini, Mbelan River Tubing sudah menyiapkan rute kedua yang lebih menantang. Rute baru yang disebut rute ekstrem ini akan menawarkan tantangan menyusuri alur Kali Pabelan Atas sampai pertemuan antara Kali Pabelan dan Kali Senowo.
"Air irigasi ini cukup jernih karena berasal dari mata air di Gunung Merapi dan Merbabu. Jika terjadi banjir lahar kami tidak melayani tubing karena air biasanya akan kotor. Sejak kami buka November lalu sudah banyak yang mencobanya," imbuhnya.
Untuk harga, Mbelan River Tubing mematok harga relatif murah dibanding wisata sejenis di daerah lain. Untuk rute pemula menyusuri saluran irigasi, mereka hanya mematok tarif Rp30 ribu per orang dan Rp50 ribu per orang untuk rute ekstrim dengan peserta 10 orang. Wisatawan akan mendapatan sejumlah fasilitas seperti pemandu profesional, snack, makanan, minuman hangat dan jamu tradisional.
Kepala Desa Krogowanan, Sugiyono, mengatakan pihak desa memberikan dukungan penuh pengembangan wisata ini. Dia mengatakan, wisata ini merupakan salah satu persiapan pembentukan Desa Wisata Krogowanan. Jika wisata ini berkembang, maka akan bisa mendongkrak perekonomian penduduk setempat dan menambah pendapatan asli dusun maupun PADesa Krogowanan.
“Yang paling penting adalah kesadaran warga menjaga kelestarian sungai dan irigasi. Harus bersih dari sampah,” katanya. (Agung Ismiyanto)