Saatnya Yogya Bijak Menyambut Wisatawan
Yogya sebagai tuan rumah hendaknya menonjolkan pelayanan prima pada para wisatawan tersebut.
Penulis: Muhammad Fatoni | Editor: Hendy Kurniawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Muchamad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Memasuki musim libur panjang, lonjakan kedatangan wisatawan selalu terjadi di kota – kota destinasi wisata, termasuk Yogyakarta. Hal itupun sebaiknya disikapi dengan bijak dan Yogya sebagai tuan rumah hendaknya menonjolkan pelayanan prima pada para wisatawan tersebut.
Demikian disampaikan peneliti dari pusat studi pariwisata (Puspar) UGM, Mohammad Baiquni. Menurutnya, hal itu bukan hanya merupakan tanggung jawab Pemerintah Daerah (Pemda), melainkan juga pelaku usaha dan wisata, masyarakat, aparat keamanan, hingga pedagang dan tukang parkir.
Ia memisalkan dalam hal penentuan dan pemasangan tarif serta harga, yang disebutnya tetap perlu diperhatikan. Sebagai contoh, untuk harga makanan, souvenir hingga tarif parkir kendaraan, sebaiknya tidak sampai memberatkan pengunjung suatu tempat wisata.
“Artinya, bagi pedagang souvenir, makanan, atau pakaian misalnya. Kalau bisa jangan sampai menaikkan harga yang terlalu tinggi dibanding hari biasa,” katanya belum lama ini.
Meski demikian, hal tersebut bukan berarti para pedagang ini tak boleh menaikkan harga. Namun ia berharap kenaikan harga-harga itu tetap dalam batas wajar dan terjangkau oleh para pengunjung dan wisatawan.
“Selama memang masih terbilang wajar dan tak terlalu tinggi, hal itu tidak masalah,” imbuhnya.
Selain terkait harga barang dan jasa, ia juga menyebut pelayanan lain juga selayaknya diperhatikan. Antara lain dari sisi faktor keamanan hingga layanan informasi bagi wisatawan.
“Layanan serta akses informasi juga menjadi sesuatu yang penting, misalnya adalah papan petunjuk atau rambu-rambu untuk menuju ke arah destinasi wisata maupun fasilitas umum. Hal ini penting, terutama bagi wisatawan yang belum pernah mengunjungi Yogyakarta,” kata dia.
Pelayanan atau service prima tersebut, lanjutnya, pastinya akan menimbulkan kesan positif untuk Kota Yogyakarta. Dengan demikian, hal itu akan memancing wisatawan untuk selalu datang dan menjadikan Yogyakarta sebagai tujuan wisata favorit.
“Yang tidak kalah penting juga, keramahtamahan yang menjadi ciri khas Yogyakarta juga harus dijaga dan ditonjolkan. Hal itu bisa diterapkan dalam beberapa aspek seperti pemberian informasi, menawarkan jasa, atau sekadar bertegur sapa dan saat bertutur kata,” ucap Baiquni. (*)