Hujan Deras, Talud SDN Ngargoretno Ambrol
Jebolnya talud dengan panjang 5 meter dan tinggi 8 meter ini, mengancam ruang kelas VI yang berada di bawah talud.
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja.com, Agung Ismiyanto
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Talud saluran irigasi di SD Negeri Ngargoretno 1, Kecamatan Salaman, Magelang jebol setelah hujan deras mengguyur beberapa hari terakhir. Jebolnya talud dengan panjang 5 meter dan tinggi 8 meter ini, mengancam ruang kelas VI yang berada di bawah talud. Termasuk, mengancam masjid Baitul Muttaqin dan satu rumah warga di Dusun Sumbersari, Desa Ngargoretno.
Fahrul Latif (26), warga setempat, mengaku ambrolnya talud itu terjadi secara tiba-tiba. Menurutnya, sebelum senderan itu ambrol, selama dua hari berturut-turut hujan lebat mengguyur wilayah lereng pegunungan menoreh.
“Secara tiba-tiba senderan irigasi di sebelah timur sekolah kemudian ambrol. Akibatnya, teralis yang mengelilingi bangunan SD dan saluran irigasi jebol,” ujarnya, Selasa (20/1/2015).
Meski demikian, menurut dia, sebelumnya sudah muncul retakan memanjang dengan panjang 10 meter dan lebar 5 sentimeter di talud tersebut. Retakan itu muncul tiga bulan lalu. Retakan itu sebelumnya sudah diuruk dan ditambal dengan cor-coran semen.
“Namun rekahan bertambah lebar dan mengakibatkan longsoran,” jelasnya.
Kepala SDN Ngargoretno 1 Susiati mengatakan, sebanyak 163 siswanya melangsungkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di wilayah yang rawan longsor. Selain senderan irigasi yang ambrol, pada sisi barat sekolah juga telah mengalami longsor. Meski tebing di belakang sekolah itu longsor kecil, hal itu tidak mengganggu KBM.
Dia memaparkan, sejauh ini sudah mengusulkan pembangunan tebing itu saat Musyawarah Pembangunan (musrembang) Desa. Pihaknya juga baru saja membangun ruang kelas dengan dana alokasi khusus pendidikan.
“ Kami belum meliburkan siswa, mereka masuk seperti biasa. Kegiatan belajar mengajar masih berjalan seperti biasanya. Namun demikian kami tetap waspada,” tandasnya. (*)