Sopir Parkir Belasan Hari di Pelabuhan

PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Fery Cabang Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menutup rute penyeberangan kapal karena cuaca bur

TRIBUNJOGJA.COM, KUPANG - Keputusan PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Fery Cabang Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menutup rute penyeberangan kapal karena cuaca buruk, membuat sopir terpaksa harus parkir kendaraan di pelabuhan hingga belasan hari.

Marthen misalnya, sopir mobil truk Sinar Abadi yang mengangkut bahan sembako dari Kupang menuju Rote Ndao, mengaku sudah memarkir kendaraannya di pelabuhan, sejak 31 Desember 2014 dan harus merayakan malam pergantian tahun bersama sang kondektur.

“Sejak kapal Fery tujuan Rote Ndao tak beroperasi, kami terpaksa parkir mobil di pelabuhan dan tidur di dalam mobil ini selama 12 hari. Sejak berada di pelabuhan, banyak pengeluaran untuk biaya makan, minum dan rokok, sehingga untuk sehari kami keluarkan Rp 100.000 untuk saya dan kondektur,” kata Marthen di Pelabuhan Bolok, Kupang, Minggu (11/1/2015) sore.

Padahal, kata Marthen, uang yang diberikan oleh majikannya yang berasal dari Kabupaten Rote, untuk biaya kebutuhan konsumsi selama berada di Kupang hanya Rp 250.000. Jumlah itu tentunya tidak cukup. Sudah 12 hari dia tertahan di sana dan sudah mengeluarkan uang lebih dari Rp 1 juta.

Marthen pun terpaksa harus meminjam uang kepada sesama teman sopir. “Kami tidak bisa tinggalkan mobil sendirian di sini karena di atas mobil ini terdapat banyak sekali barang sembako yang nilainya mencapai ratuan juta rupiah. Karena itu, kami harus stand by 24 jam di atas mobil ataupun di sekitar mobil,” kata dia. (tribunjogja.com)

Sumber: Kompas.com
Tags
Pelabuhan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved