Simpang Empat Mlati Bebas APILL Demi Lancarnya Lalin

Petugas hanya memfungsikan lampu kuning berkedip pada traffic light di simpang empat ini agar kendaraan terus melaju.

Penulis: ang | Editor: Hendy Kurniawan

Laporan reporter Tribun Jogja, Angga Purnama

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sleman melakukan rekayasa lalu lintas di sekitaran kawasan Jombor menjelang libur Natal dan tahun baru. Upaya ini dilakukan guna mengurai kepadatan arus kendaraan selama masa liburan akhir tahun.

Pantauan tribunjogja.com, Jumat (19/12/2014) kendaraan yang berjalan dari arah utara melalui fly over Jombor atau dari Ring Road Utara ke Jalan Magelang diminta untuk jalan terus saat melintasi traffic light perempatan Mlati atau simpang makam Dr Wahidin.

Petugas hanya memfungsikan lampu kuning berkedip pada traffic light di simpang empat ini agar kendaraan terus melaju.

“Rekayasa ini dilakukan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di fly over Jombor hingga simpang makam Dr Wahidin saat lalu lintas padat,” kata Kasat Lantas Polres Sleman, AKP Mariska.

Sementara, rekayasa lalu lintas juga dilakukan pada arus lalu lintas di Jalan Doktor Wahidin Sudirohusodo dan sebaliknya. Kendaraan yang melintas dari barat ke timur menuju pasar Mlati atau Kota Yogya tidak diperbolehkan langsung, melainkan harus belok kiri dan berputar di depan Pom Bensin Mlati.

Sedangkan kendaraan dari arah timur yang hendak menuju Magelang, harus memutar di bawah fly over Jombor.

“Berdasarkan kajian serta masukan dari masyarakat dan pengguna jalan yang disampaikan kepada kami, sering terjadi kemacetan di titik ini. Untuk itu, arus lalu lintas Jalan Magelang tepatnya di simpang empat makam Dr Wahidin kami jadikan dua arah. Selatan ke utara dan sebaliknya. Di tengah simpang empat dipasang water barrier,” ungkapnya.

Mariska menjelaskan jika hasil rekayasa lalu lintas ini dinilai berhasil, maka selanjutnya akan diteruskan dengan menutup potongan jalur pada simpang empat makam Dr Wahidin secara permanen.

Salah satu indikatornya arus lalu lintas menjadi lebih lancar dibandingkan sebelum dilakukan rekayasa.

“Jadi tidak terpatok pada liburan akhir tahun saja. Nanti akan dievaluasi lebih lanjut,” katanya menjelaskan. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved