Taliban Sebut Penyerangan Sekolah untuk Balas Dendam
Pihak Taliban mengatakan bahwa mereka menyasar sekolah yang sebagian besar muridnya anak-anak tentara karena para siswa itu bercita-cita seperti ayah
TRIBUNJOGJA.COM, ISLAMABAD - Saat Pakistan memulai masa berkabung nasional selama tiga hari pada Rabu (17/12/2014), pihak Taliban mengatakan bahwa mereka menyasar sekolah yang sebagian besar muridnya anak-anak tentara karena para siswa itu bercita-cita mengikuti jejak ayah mereka dan akan menyasar kaum militan.
Sejumlah teroris menyerang sekolah di Peshawar, Selasa lalu. Dengan bahan peledak diikatkan ke tubuh mereka, mereka menyerbu ke sebuah auditorium yang penuh dengan siswa yang sedang ujian.
Para teroris itu menyemburkan peluru dan 145 orang tewas. Dari semua korban itu, 132 orang di antaranya anak-anak.
Dalam sebuah email, kelompok teror itu memperingatkan umat Islam untuk menghindari tempat-tempat yang berhubungan militer. Mereka mengatakan, pihaknya menyerang sekolah itu guna membalas kematian anak-anak yang diduga telah dibunuh tentara di daerah suku-suku di Pakistan.
Taliban Pakistan menuduh para siswa di sekolah milik tentara itu "mengikuti jejak ayah dan saudara-saudara mereka untuk ambil bagian dalam perang melawan suku-suku" di seluruh negara itu.
Army Public School and Degree College punya sekitar 1.100 siswa dan staf, sebagian besar dari mereka merupakan putra-putri para tentara dari sekitar Peshawar.
Sekolah itu mengakui bahwa orang tua para murid mereka memang militer, tetapi pelajaran di situ tidak mengarahkan mereka untuk menjadi tentara. (*)