Tak Ada Aksi Kekerasan saat Pembubaran Film Senyap di Kampus ISI

Penghentian pemutaran film Senyap di Kampus Isi pada Rabu sore (17/12/2014) hanya merupakan pro dan kontra biasa

Tayang:
Penulis: say | Editor: Ikrob Didik Irawan

Laporan Reporter Tribun Jogja, Siti Ariyanti

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Penghentian pemutaran film Senyap di Kampus Isi pada Rabu sore (17/12/2014) hanya merupakan pro dan kontra biasa. Kepolisian juga tidak dapat menindak organisasi masyarakat (ormas) yang membubarkan pemutaran film tersebut karena tidak ada tindakan pengrusakan maupun penganiayaan.

Kapolres Bantul, AKBP Surawan menjelaskan, peristiwa kemarin masih dalam tahap wajar. Ormas maupun mahasiswa juga masih berbuat tertib.

"Cuma pro kontra saja," kata Surawan, Kamis (18/12/2014).

Pihak kepolisian juga tidak tahu ada aksi pembubaran film yang berkisah tentang keluarga korban pembunuhan tahun 1965 tersebut. Pasalnya, Polisi juga tidak mungkin datang ke kampus setiap hari untuk melakukan pengecekan.

Bila memang film yang akan diputar di ISI terlarang, maka seharusnya ada kajian terlebih dahulu. Misalnya untuk kepentingan akademik, maka harus ada kajian dari Kementerian Pendidikan.

"Dari mahasiswa juga tidak ada laporan pemutaran film. Saya terima laporan baru Rabu malam. Kita belum bisa menindak," tambah Surawan. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Tags
film
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved