Kisah Kapten Suwanto Terus Berdialog Dengan Penyandera Riani

Dia satu-satunya orang yang bisa berkomunikasi dengan baik kepada Fuad Ahmad, si penyandera.

Kisah Kapten Suwanto Terus Berdialog Dengan Penyandera Riani
KOMPAS.com/Achmad Faizal
Kapten Arh Suwanto sedang diwawancara. 

TRIBUNJOGJA.COM, GRESIK - Nama Kapten Arh Suwanto, anggota Kodim 0817 Gresik, disebut-sebut sebagai sosok yang paling berjasa dalam pembebasan aksi Zahriani Putri Agustin (9), siswi SDN Tlogopatut 2 Gresik, yang disandera, Rabu (17/12/2014).

Dia satu-satunya orang yang bisa berkomunikasi dengan baik kepada Fuad Ahmad, si penyandera.

Berbagai cara dilakukan, bahkan sampai Perwira Seksi Personalia (Pasipers) Kodim Gresik ini mengaku sebagai Komandan Kodim (Dandim) Gresik. Hal itu dilakukan karena pelaku penyanderaan meminta bertemu dengan Dandim Gresik untuk meminta jaminan perlindungan.

"Kalau kamu komandan di sini, bawa saya masuk ke ruanganmu," kata bapak dua anak ini menirukan ucapan Fuad, si penyandera.

Dia pun masuk ke satu ruangan di markas Kodim untuk melakukan pembicaraan dengan tetap mendekap dan menodongkan pisau ke arah leher sanderanya.

Di ruangan tersebut, kata Suwanto, pelaku sempat tidak percaya setelah melihat papan struktur organisasi kantor Kodim Gresik karena di susunan paling atas di papan struktur tersebut tidak terdapat foto Suwanto, tetapi foto Dandim Gresik sebenarnya, yakni Letkol Awang Pramila Loviantara.

"Pelaku sempat tidak percaya sebelumnya, namun setelah saya minta melihat papan struktur personalia, dia akhirnya percaya, karena saya pejabat paling tinggi di struktur personalia Kodim Gresik, dan foto saya berada di paling atas," ungkap pria kelahiran Gresik, 12 November 1965, ini seusai menerima penghargaan di Makodam V Brawijaya, Kamis (18/12/2014).

Selama hampir tiga jam, Suwanto dan pelaku sandera berada di ruangan Kodim hingga akhirnya pelaku meminta Suwanto mengantarkannya ke Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Di tengah perjalanan, tepatnya di Jalan Veteran Gresik, aksi pembebasan sandera dilakukan.

Fuad tewas tertembak peluru anggota Polres Gresik dan siswi kelas IV SD bernama Zahriani Putri Agustin berhasil diselamatkan. (Achmad Faizal)

Editor: hdy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved