Panji Butuh Tiga Bulan untuk Mewujudkan The Drill
Panji pun mantap memilih Harley Davidson Softail 1340 Evo untuk project pertamanya ini.
Penulis: rap | Editor: Ikrob Didik Irawan
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - UNTUK mendapatkan style yang di inginkan, Panji membutuhkan waktu tiga bulan untuk seluruh rangkaian pengerjaan motor Harley Davidson Softail 1340 miliknya.
Bertepatan dengan event Kustomfest 2014 bulan Oktober lalu, motor yang dijuluki THE DRILL oleh pemiliknya ini diuji coba penuh lewat rute Jakarta-Yogyakarta. Tampilannya yang berkesan nakal dengan style bobber yang khas, mampu mendatangkan respon positif dari setiap orang yang melihat.
Menurut pria bernama lengkap Panji Aryo Prabowo ini, yang terpenting dari semuanya adalah THE DRILL ini adalah pencerminan jiwa, dan juga pengejawantahan dari apa yang ada dibenak Panji selama ini.
Sejak pertama kali diskusi soal keinginan membangun sebuah motor pilihan engine dari Harley Davidson, sebetulnya sudah ditetapkan oleh Panji rencana untuk membangun dari nol dengan menggunakan engine HD Sportster XL1200.
Panji pun mantap memilih Harley Davidson Softail 1340 Evo untuk project pertamanya ini. Ia berujar bahwa beberapa kawan menyarankannya Softail Evo untuk dijadikan bahan. Namun mengingat budget yang masih masuk dari rencana biaya yang ia siapkan, maka sekalian saja ia pakai basic HD Softail Evo untuk di kustom.
Proses hunting dimulai untuk mendapatkan motor yang diinginkan, hingga akhirnya secara tidak sengaja mendapatkan HD Softail Evo 1340 keluaran tahun 1997 dengan kondisi motor yang masih sangat terawat.
Setelahnya diskusi soal konsep terus bergulir dari ide awal membangun dengan konsep Pro Street sampai akhirnya Panji mantap memilih tampilan Oldskool Bobber dengan pertimbangan tampilan yang nantinya tidak cepat membosankan.
Proses awal pengerjaan melucuti seluruh bodi serta kelengkapan lain bawaan motor hingga hanya disisakan sasis dan mesin. Shock depan tetap mengandalkan bawaan motor dengan pertimbangan kenyamanan saat diajak riding.
Untuk lingkar velg juga masih menggunakan bawaan motor, sedikit sentuhan dengan melabur velg dan juga hub roda dengan warna hitam. Mengejar kesan klasik karet bundar Firestone Deluxe Champion 5.00-16 dipilih untuk depan dan belakang.
Selesai mengerjakan bagian kaki-kaki giliran bodi digarap. Mengandalkan material plat galvanil dengan ketebalan 1.2 mm seluruh bagian bodi meliputi fender depan, tangki, jok dan juga fender belakang dibuat sesuai dengan konsep yang diinginkan si empunya motor.
Tidak lupa Panji membuat alas jok boncenger supaya bisa riding berduaan dengan istri tercinta.
Untuk warna disesuaikan dengan tema oldskool yang dipilih, laburan kombinasi warna coklat dan gold plus sentuhan pen stripping motif batik menjadi bagian dari konsep keseluruhan saat pemilihan detail warna dan tema airbrush yang diinginkannya.
Untuk melengkapi proses pengerjaan beberapa parts pendukung, pria yang bekerja disalah satu perusahaan asing pengeboran minyak ini memilih langsung stang ape hanger 16 inch, forward control billet specialties berikut hand controlnya, filter udara keluaran RSD dan juga saluran buang 2 in 2 racikan Sampsons membuat tampilan motor ini secara keseluruhan menjadi lebih gahar. (tribunjogja.com)
Spesifikasi :
Painting & Airbrush by KOMET Studio
Ban Firestone Deluxe Champion 5.00-16
Stang Ape Hanger 16 Inch
Lampu Depan JUTE
Forward Control Billet Specialties
Hand Control Billet Specialties
Side Bag OEM Harley Davidson
Filter Udara RSD
Exhaust 2 in 2 SAMPSONS
Body Custom by STUDIO MOTOR