Jalak Kerbau Mudah Bersahabat
Jalak Kerbau termasuk burung yang mudah jinak bila dipelihara di dalam sangkar
Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Ikrob Didik Irawan
TRIBUJOGJA.COM, YOGYA - Burung ini kerap dijadikan bahan ilustrasi untuk menggambarkan betapa sebuah persahabatan antara dua ekor binatang terjalin begitu indah. Ya, Kerbau dan Jalak Hitam atau awam kerap menyebut Jalak Kebo atau Jalak Kerbau adalah contoh nyata terjadinya simbiosis mutualisme.
Jalak Kerbau, disebut demikian, lantaran burung yang memiliki warna dominan hitam legam dengan paruh berwarna kuning gading ini kerap terlihat bertengger di punggung kerbau untuk menyantap kutu-kutu atau lalat yang hinggap di hewan pembajak sawah ini.
Mungkin dua puluh tahun lalu, populasi burung ini di sekitar wilayah Yogyakarta masih banyak. Hampir setiapkali ada kerbau di sawah, burung ini selalu hadir.
Jalak Kerbau termasuk burung yang mudah jinak bila dipelihara di dalam sangkar. Salah satu sebabnya, di alam bebas, burung ini akrab dengan kehadiran manuasia.
Di kalangan penggemar burung pekicau, Jalak Kerbau memang bukan primadona, namun beberapa penghobi sengaja memilih burung ini sebagai peliharaan yang bersahabat dan bisa menjadi penjaga rumah yang baik.
"Saya pelihara dan bunyinya ngerol, gacor. Jalak jenis ini jarang sekali stres dan hampir pasti berbunyi. Sepengalaman saya, yang mudah bunyi itu cenderung yang matanya putih, bukan kuning," ujar Ardit Suryana, salah satu penggemar burung, saat ditemui Tribun Jogja, di pasar burung PASTY, Kamis (4/12).
Tingkah laku burung ini saat berkicau menjadi daya pikat tersendiri bagi para penggemar burung. Ketika berkicau, kepala burung ini akan mengangguk diikuti bulu-bulu yang mengembang di sekitar kepalanya. Selain itu, burung ini juga bisa menirukan kata yang diajarkan meskipun tak sebanyak burung Beo.
Di pasaran, harga burung yang memiliki nama latin Acridotheres javanicus ini cukup terjangkau. Untuk bakalan belum bunyi sekitar Rp 80-100 ribu. Sementara untuk burung yang sudah bunyi berkisar Rp 200 ribu ke atas.
Untuk perawatan, tak beda jauh dengan burung pekicau lainnya. Agar burung cepat berbunyi, bisa diberikan buah-buahan dan jangkerik kira-kira 3-5 ekor setiap pagi dan sore agar kebutuhan proteinnya tercukupi.
Di alam liar, Jalak Kerbau hidup secara bekelompok. Areal perkebunan, persawahan dan padang rumput adalah wilayah yang sering dijadikan tempat berburu burung ini. Memiliki kaki yang cukup panjang, membuat gerak Jalak Kerbau sangat lincah. Ini memudahkan ketika mengais makanan di tanah.
Wilayah persebaran Jalak kerbau meliputi kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia, pulau Sumatera, Jawa dan Bali menduduki populasi yang paling banyak. (tribunjogja.com)