Aneh Tapi Nyata
Dokter di India Gunakan Pompa Sepeda untuk Operasi Pasien
Kejadian ini terungkap setelah tersebarnya foto pria tengah memegang pompa di samping seorang wanita yang terbaring lemah.
Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Hendy Kurniawan
TRIBUNJOGJA.com, INDIA - Sulit dipercaya, bagaimana bisa seorang petugas medis melakukan tindakan sterilisasi dengan menggunakan pompa ban sepeda? Namun itulah yang terjadi di India. Kejadian ini terungkap setelah tersebarnya foto pria tengah memegang pompa di samping seorang wanita yang terbaring lemah. Sontak saja, bukti foto itu pun memicu rasa heran, penasaran bahkan tak sedikit yang mengelus dada.
Dikutip tribunjogja.com dari The Hindustan Times, dijelaskan bahwa peristiwa itu terjadi di sebuah kamp perawatan kesehatan yang berada di wilayah pedesaan Banarpal, Odisha. Seorang wanita berusia 56 tahun menjalani prosedur sterilisasi dengan dibantu peralatan keras semisal pompa ban sepeda. Adapun kemunculan foto tersebut, hanya berselang dua minggu setelah peristiwa meninggalnya 13 orang wanita akibat kesalahan prosedur sterilisasi di India.
Otoritas setempat mengakui bahwa mereka mengunakan teknis tak biasa itu. Dan hal serupa telah dilakukan setidaknya pada 56 pasien yang menjalani operasi tubektomi.
Mahesh Prasad Rout, dokter yang melakukan operasi itu menjelaskan bahwa ia menggunakan pompa ban sepeda untuk mengembangkan perut pasien sehingga memudahkan dalam upaya sterilisasi.
"Kami menggunakan pompa sepeda untuk mengembangkan perut pasien yang berada di wilayah yang kekurangan peralatan medis," tandasnya kepada The Hindustan Times.
Rout juga menegaskan bahwa perkakas berat itu sudah disterilkan terlebih dahulu sehingga bisa meminimalisir kemungkinan terjadinya infeksi atau dampak buruk lainnya.
Meskipun demikian, otoritas setempat berjanji akan menyelidi peristiwa itu sehingga bisa meminimalisir dampak yang berbahaya. Terlebih, dua pekan yang lalu, 13 wanita di India tewas akibat prosedur sterilisasi yang salah. Rumah sakit yang melakukan tindakan itu, diduga kuat menggunakan perlatan yang sudah berkarat serta memberikan obat yang sudah terkontaminasi dengan racun. (*)