Tarian Eko Supriyanto Terinspirasi Kehidupan Bawah Laut

Eko Supriyanto, koreografer kenamaan yang malang-melintang di duni seni kontemporer membuat tarian berjudul Cry Jailolo

Penulis: Santo Ari | Editor: Ikrob Didik Irawan
Tribun Jogja/Santo Arie
Eko Supriyanto, koreografer kenamaan yang malang-melintang di duni seni kontemporer membuat tarian berjudul Cry Jailolo. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Santo Ari

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Terinspirasi dari kehidupan bawah laut dan tarian Legu Salai dari suku Sahu di Jailolo, Halmahera Barat, Maluku Utara, Eko Supriyanto, koreografer kenamaan yang malang-melintang di duni seni kontemporer membuat tarian berjudul Cry Jailolo.

Tarian tersebut dipertontonkan di Jogja International Perfoming Arts (JIPA) Festival 2014 di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenega Kependidikan (P4TK) Seni dan Budaya.

Eko menyebutkan dari tarian Legu Salai yang identik dengan pengulangan, di tarian yang dia ciptakan dirinya menambah gerakan pada kaki, dan penambahan volume gerakan tangan, selain itu pola lantai dibuat sedemekian rupa hingga menciptakan suasana ikan yang selalu bergerombol.

Tarian yang berdurasai 55 menit tersebut sangat membutuhkan stamina, kekuatan tubuh, serta konsentrasi yang tinggi.

Diceritakan, dia membuat tarian tersebut karena terpesona dengan alam dan masyarakatnya. Namun dia menyayangkan perusakan koral yang terjadi beberapa tahun belakangan di daerah tersebut.

"Cry Jailolo adalah ungkapan kreatif saya tentang rintihan kebahagiaan bertemu dengan tarian adat di Jailolo yang tak habis menginspirasi," ujarnya saat ditemui seusai pementasan, Rabu (26/11/2014).

Dalam tariannya Eko dibantu dengan enam penari muda yang berasal dari Jailolo. Hal itu terkait optimismenya kepada anak-anak disana yang sebelumnya tidak pernah punya mimpi keluar dari Jailolo.

"Dalam benak mereka, setelah lulus SMA ya jadi tentara atau polisi, kalau yang cewek ya jadi bidan," ungkapnya.

Koreografer yang tengah mengenyam pendidikan S3 Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa ini berharap dari tarian tersebut, masyarakat terkhusus orang tua di Jailolo akan sadar bahwa dari tarian mereka bisa memperkenalkan seni kebudayaan daerah mereka.

"Karya ini juga mengekspresikan sebuah harapan akan pulihnya kembali keindahan terumbu karang dan habitat kehidupan bawah laut di Teluk Jailolo," tambahnya lagi. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Tags
Tari
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved