Wartawan Latihan Menembak Bareng Kodim 0734
Wartawan yang sehari-hari biasanya memagang pena dan kamera "dipaksa" untuk memegang senjata api
Penulis: Ikrob Didik Irawan | Editor: Ikrob Didik Irawan
TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Wartawan yang sehari-hari biasanya memagang pena dan kamera "dipaksa" untuk memegang senjata api. Akibatnya beberapa wartawan tampak gugup sampai bercururan berkeringat saat meletuskan timah panas membidik sasaran.
Peristiwa ini terjadi saat Kodim 0734 Yogyakarta mengajak serta awak media dalam latihan menembak bersama. Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Tembak Korem 072 Pamungkas Sentolo, Kulonprogo.
Belasan wartawan yang biasa melakukan peliputan di Yogyakarta dan Kulonprogo diajak serta dalam latihan menembak ini. Para juru warta ini diajak menjajal dua senjata api sekaligus yakni laras pendek dan laras panjang.
"TNI dan wartawan kan mitra, jadi bolehlah kita sekali-kali ajak wartawan merasakan sensasi bagaimana pegang senjata," kata Komandan Kodim (Dandim) 0734 Yogyakarta, Letkol (Inf) Renal A Sinaga yang juga ikut serta dalam latihan, Rabu (26/11).
Sebagai awalan, para juru warta dikenalkan dengan senjata laras pendek. Senjata yang digunakan ada jenis Five-seveN (FN). Satu wartawan diberi delapan butir peluru untuk menembak sasaran dengan jarak 25 meter.
Di sinilah terlihat kekikukan para wartawan. Mereka tampak canggung saat mulai memegang, membidikan, dan meletuskan senjata api ke sasaran. Akibatnya dari delapan peluru, rata-rata paling banter hanya dua butir saja yang mendarat di sasaran. Itupun masih jauh dari target berupa lingkaran hitam yang ada di tengah.
"Kalau pas lihat saat penjelasan kelihatanya gampang. Tapi pas menjajal langsung susah ternyata susah. Badan gemeteran sampai keringatan," kata Gading Persada, jurnalis media cetak yang ikut serta sambil tertawa.
Latihan berlanjut ke lokasi lapangan yang lebih luas. Di situ, wartawan menjajal senjata laras panjang jenis SS1-M3 buatan PT Pindad. Satu wartawan mendapat jatah enam peluru untuk membidik sasaran dengan jarak tembak 100 meter.
Lagi-lagi, hampir sebagian wartawan meleset tembakannya. Bahkan sama sekali tak berbekas di target karena melenceng jauh. "Kalau memang ada rekan wartawan yang hobi menembak, nanti bisa ikut latihan di sinilah. Bagaimana? masih ada kurang menembaknya?," kata Dandim lagi sambil tertawa. (tribunjogja.com)