Tribun Properti

Agar Air Kolam Tak Cepat Habis

Semen digunakan untuk mengecor dasar kolam sehingga tidak bocor. Dinding kolam umumnya dibuat dari susunan bata yang diplester trasram.

Penulis: Rento Ari Nugroho | Editor: Hendy Kurniawan

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rento Ari Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Memiliki kolam sebagai wahana penyejuk dan rekreasi tentunya menuntut perawatan. Tidak hanya agar kolam tidak menjadi sarang penyakit, kolam juga harus dirawat agar tidak rusak.

Kerusakan kolam yang dimaksud di sini adalah kebocoran. Selain itu, kolam pun harus menunjang kehidupan ikan yang dipelihara di dalamnya.

Semen digunakan untuk mengecor dasar kolam sehingga tidak bocor. Dinding kolam umumnya dibuat dari susunan bata yang diplester trasram. Artinya semen dan pasir yang digunakan untuk plester berkomposisi 1:3 dan kedap air. Bata dipilih sebagai material utama karena material ini lebih mudah diaplikasikan dan dibentuk sesuai desain dinding kolam. Bahkan hingga bentuk organik sekalipun.

Material lain seperti batako yang ukurannya lebih besar cenderung lebih sulit disusun membentuk kolam yang diinginkan. Jika memelihara ikan di kolam, sebaiknya lantai kolam jangan diaci licin. Sebaliknya, lantai kolam sebaiknya dibuat agak kasar untuk memudahkan pertumbuhan lumut dan jamur. Ikan lebih menyukai kondisi ini dibanding lantai kolam yang licin tapi tak ditumbuhi lumut.

Hal paling penting dalam membangun sebuah kolam adalah waterproofing. Pemilik rumah bisa melapisi seluruh bagian dalam kolam denganwaterproofing untuk mencegah kebocoran. Pilihan warna waterproofing sangat beragam. Mulai dari hijau, jingga, biru, merah, higga yang transpraan dan tidak merubah warna alami semen. Pilih sesuai dengan kebutuhan desain.

Aplikasi waterproofing sebaiknya diulang setelah 2-3 tahun. Pada rentang waktu itu, lapisan waterproofing mulai retak dan lepas. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved