Tribun Properti
Pentingnya Gudang untuk Rumah
Karenanya, dalam suatu rumah diperlukan ruang penyimpanan atau gudang.
Penulis: Rento Ari Nugroho | Editor: Hendy Kurniawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Rento Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Rumah yang ideal tentunya merupakan rumah yang memenuhi semua kebutuhan penghuninya. Tidak hanya menunjang aktivitas, rumah juga diharapkan memberikan berbagai fasilitas penunjang, termasuk untuk barang. Karenanya, dalam suatu rumah diperlukan ruang penyimpanan atau gudang.
Sebesar dan sebagus apapun desain suatu rumah, tanpa ruang penyimpan ataupun gudang, maka fungsi rumah tidak akan optimal. Tentu saja, selain memberi ruang untuk aktivitas penghuni, rumah juga memberikan fungsi simpan. Tidak hanya untuk barang yang dipakai rutin, barang yang tidak terpakai namun penting pun juga memerlukan tempat penyimpanan.
Meski penting, namun gudang seringkali terlupakan ketika merancang dan membangun rumah. Akibatnya banyak tumpukan kardus dan berbagai barang lainnya di sudut ruang. Tak ketinggalan bagian atas lemari dan kolong tempat tidur jadi persembunyian aneka perkakas. Semua dibiarkan tergelatak begitu saja. Alhasil barang perkakas berdebu. Kolong tempat tidur hingga sudut ruangan jadi sarang nyaman untuk serangga dan tikus.
Karena fungsinya yang sedemikian penting, banyak orang pun membangun gudang sesuai kebutuhan dan kondisi rumahnya masing-masing. Mulai dari gudang di loteng, bawah tangga, kolong tempat tidur, bawah tanah, gudang di dinding, hingga bangunan gundang yang terpisah dari rumah utama bisa menjadi pilihan,.
Attic (ruang bawah atap atau loteng) dan ruang bawah tangga bisa jadi pilihan tempat yang pas untuk gudang. Dengan membuat lemari penyimpanan di bawah tangga maupun attic barang-barang perkakas tidak lagi tercecer.
Bagian kolong tempat tidur juga bisa disulap menjadi gudang mini. Buat laci di bagian bawah tempat tidur agar barang yang Anda simpan tidak berdebu. Nah kalau sudah ada wadahnya begini, perkakas Anda tak lagi tercecer. Jika sewaktu-waktu butuh, mencarinya jadi lebih mudah. Rumah pun jadi lebih rapi.
Meski kurang populer di tanah air, namun gudang bawah tanah juga bisa menjadi pilihan alternative. Hanya saja, karena letaknya, konstruksinya perlu perhatian serius. Alasannya, area bawah tanah rentan oleh rembesan air tanah yang mengakibatkan ruang jadi lebih lembap. Belum lagi serangan rayap dan serangga lainnya.
Namun, pemilik rumah boleh saja membuat gudang di bawah tanah. Terlebih jika rumah memiliki lantai basement atau semi-basement, sehingga akan lebih mudah membuatnya.
Bagi pemilik rumah berukuran kecil, gudang bukan menjadi sesuatu yang sulit diwujudkan. Asal tahu bagaimana menata ruangan, memiliki gudang bukan hal yang sulit. Cara yang bisa ditempuh antara lain membuat ruang penyimpanan berupa rak atau almari di antara dua kolom rumah. Hal ini tidak hanya membuat gudang tersembunyi, namun juga tidak menyita terlalu banyak ruang.
Sementara bagi pemilik rumah yang berlahan luas, membangun gudang terpisah dari rumah utama bisa menjadi pilihan yang baik. Pilihan ini membuat rumah bisa terbebas dari barang tak terpakai sehingga lebih rapi. Hanya saja, membangun gudang ini tentunya juga menuntut perencanaan yang matang dan dana yang tak sedikit.
Bagaimana dengan masyarakat Yogyakarta? Di tengah tantangan berupa sulitnya mendapatkan lahan memadai untuk rumah, memiliki gudang tentu bukan hal yang mudah. Namun, hal itu dapat diatasi dengan penataan rumah yang tepat.
Satu contohnya dilakukan oleh Sri Armini (35). Ibu rumah tangga yang berdomisili di Wirobrajan ini mengungkapkan, keterbatasan lahan membuatnya harus memutar otak untuk menyimpan barang. Tidak bisa membangun bangunan gudang secara terpisah, iapun memanfaatkan satu ruangan dalam rumahnya khusus untuk menyimpan barang.
“Sengaja saya pilih satu ruangan paling belakang. Rencananya sih untuk kamar pekerja rumah tangga (PRT). Namun karena batal, akhirnya saya manfaatkan saja untuk gudang,” jelasnya ketika ditemui Tribun Jogja, akhir pekan lalu.
Perempuan berkacamata ini melanjutkan, meski ruangan difungsikan untuk gudang, namun aspek kondisi ruangan misalnya kelembapan, cahaya matahari dan sirkulasi udara juga tetap diperhatikan. Maklum saja, kebanyakan barang yang disimpan merupakan benda berharga yang sarat kenangan.
“Mulai dari buku-buku lama, album foto, hingga ke mainan anak-anak yang tidak lagi dipakai, semuanya dirawat baik-baik. Bahkan, beberapa koleksi kaset atau CD lawas juga dirawat. Karena itu, kondisi ruangan tetap diperhatikan misalnya dijaga jangan sampai bocor di waktu hujan ataupun terpapar sinar matahari langsung,” ulasnya.
Pilihan lain diambil oleh Diana Ambarwati (29). Ibu muda ini memilih memanfaatkan ruang tersisa secara optimal. Ruang bawah tangga hingga ruang antar kolom rumah ia pakai untuk menyimpan barang.
“Mau bagaimana lagi, rumah sudah sesak dengan barang. Karena itu, mau nggak mau harus pintar memanfaatkan ruangan. Susahnya, nggak semua toko furniture bisa menyediakan perabot yang multifungsi semacam itu. Jadilah kami terpaksa pesan secara khusus kepada perajin. Misalnya saja untuk cabinet di antara dua kolom rumah dan lemari bawah tangga, semuanya kustom,” ungkapnya. (*)