Pemerintah Cari Momentum Naikkan Harga BBM Bersubsidi

Yang pasti, kata dia, harga BBM akan naik sebelum tahun 2014 berakhir.

Editor: Hendy Kurniawan

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Pemerintah masih belum bulat menentukan waktu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Itu sebabnya, pemerintah berharap masyarakat tidak berspekulasi mengenai waktu kenaikan harga BBM.

Sofyan Djalil, Menko Perekonomian hanya menjanjikan, pemerintah akan mengumumkan kenaikan harga BBM bersubsidi di waktu yang tepat agar tidak menimbulkan kepanikan. Dia membantah informasi yang beredar bahwa harga BBM akan naik mulai hari ini (1/11/2014). Yang pasti, kata dia, harga BBM akan naik sebelum tahun 2014 berakhir.

"Kenaikan harga BBM dan waktunya akan diinformasikan ke masyarakat," kata Sofyan, Jumat (31/10/2014).

Sebelumnya, pemerintah menggelar rapat terbatas mengenai kenaikan harga BBM bersubsidi serta pemberian dana kompensasi kenaikan BBM di kantor Wakil Presiden, Rabu (29/10/2014). Sumber KONTAN yang ikut rapat tersebut menyatakan, pemerintah akan menaikkan harga BBM seperti rencana semula: Rp 3.000 per liter. "Waktu kenaikan tetap awal November," ujar dia.

Sofyan menambahkan, kenaikan harga BBM bersubsidi tinggal menunggu waktu. Apalagi, jatah atau kuota BBM subsidi 46 juta kiloliter (KL) yang telah dipatok APBN-Perubahan 2014 pada tahun ini tak cukup. PT Pertamina sudah berteriak bahwa kuota BBM tahun ini akan bertambah 1,9 juta KL.

Pemerintah juga masih menyiapkan pemberian bantuan langsung tunai kepada rakyat miskin sebagai kompensasi dan menjaga daya beli. Rencananya, Senin (3/10/2014) Presiden Jokowi akan mengumumkan program kesejahteraan rakyat .

"Program kesejahteraan masyarakat ini untuk sementara waktu bisa dinikmati oleh masyarakat sebelum pemerintah menaikkan harga BBM, " kata Puan Maharani, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Dodi Arifianto, ekonom Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), menilai, kenaikan harga BBM memang harus dilakukan pemerintahan Jokowi-JK untuk mengatasi defisit anggaran pemerintah. "Kenaikan harga BBM juga penting untuk mengatasi defi sit neraca transaksi berjalan," katanya. (*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved