Nana Erza Lebih Suka Jam Model Klasik
Meski tak banyak mengoleksi jam tangan, Nana memiliki sedikitnya 20 jam tangan berbagai merek
Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Ikrob Didik Irawan
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - BAGI Nana Erza, memakai jam tangan menjadi sangat penting. Bukan sekedar kebutuhan fashion bagi perempuan seperti dirinya. Nana menempatkan fungsi utama jam tangan untuk penunjuk waktu.
Meski tak banyak mengoleksi jam tangan, Nana memiliki sedikitnya 20 jam tangan berbagai merek. Harga paling tinggi yang pernah dibelinya sekitar Rp 25 juta. Ia lebih suka model klasik dengan bahan riber atau rantai. Ada beberapa jam tangan koleksi Nana yang dibeli saat hunting di luar negeri.
"Aku nggak banyak koleksi. Kalau jam warna warni tak begitu suka, lebih suka model klasik dengan bahan rubber, rante atau leather dengan warna hitam atau coklat. Paling mahal ada merk Rado, aku beli sekitar Rp 25 juta, kebetulan bukan masalah harganya, tapi karena pas cari cocok sama merk dan model itu," ujar Nana.
Lain halnya dengan Arief Yudha, pemuda yang berprofesi sebagai pemain band ini menikmati bisnis jual beli jam tangan. Berangkat dari sekedar hobi mengoleksi jam tangan, Arief pun mulai menjual jam tangan setahun terakhir.
"Untuk saat ini, banyak yang mencari jam merk Expedition dengan model maskulin berdiameter lebih dari 4 cm. Untuk harga antara Rp 1,5- 2,5 juta. Itu harga kisaran semua penjual. Baik toko jam atau online shop," katanya.
Soal selera, Arief sendiri lebih menyukai jam bertali kulit. Ia menyesuaikan pergelangan tangannya yang besar. Biasanya ia juga mengincar jam tangan berdiameter 4 cm atau lebih. (tribunjogja.com)