Rizki Renes, Menari Mengolah Emosi

Perempuan bernama lengkap Rizki Renes ini bertugas mengoordinasikan peserta dari dua kelurahan, mulai dari persiapan hingga berlangsungnya acara

Penulis: rap | Editor: Ikrob Didik Irawan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - KOTA Yogya baru saja merayakan hari jadinya yang ke-258. Berbagai acara pun digelar untuk merayakanya, pawai menjadi satu di antaranya. Sebagai perempuan yang lahir dan besar di Yogyakarta, juga menjadi bagian dari panitia perayaan, Renes merasa senang melihat antusiasme masyarakat Yogya, baik yang terlibat maupun para penonton.

Menurutnya, jika dibandingkan dengan tahun lalu, perayaan tahun ini yang diadakan pada malam hari, jauh lebih meriah.

Pada pawai kemarin, perempuan bernama lengkap Rizki Renes ini bertugas mengoordinasikan peserta dari dua kelurahan, mulai dari persiapan hingga berlangsungnya acara. Atas pengalaman ini, Renes mengaku bisa banyak belajar untuk mengasah jiwa kepemimpinan, dan yang paling penting adalah belajar bertanggungjawab atas diri saya maupun orang lain.

Sejak kecil, perempuan kelahiran Yogyakarta 29 Juli 1993 ini sudah giat belajar dan mencintai tradisi dan budaya Indonesia, termasuk tradisi dan budaya Jawa. Ia belajar menari untuk mengetahui tentang gerakan yang diiringi dengan gending jawa, belajar membatik agar tahu proses membatik, melihat upacara-upacara dan juga pertunjukan kebudayaan Jawa, serta kerap kali jalan-jalan untuk lebih kenal dengan Yogya.

"Harapannya, saya bisa semakin cinta dan kelak dapat mengajak orang lain untuk ikut tertarik dan ikut berupaya melestarikan budaya Jawa," ujarnya.

Di keseharian, Renes juga senang mengenakan pakaian batik, tak terkecuali saat mengikuti kegiatan non formal sekalipun. Ketika banyak kerabat jauh, ia pun tak segan-segan untuk memberi kenang-kenangan khas Yogyakarta sebagai oleh-oleh.

Mahasiswi Geografi Universitas Gadjah Mada ini mulai belajar menari semenjak duduk di bangku SMA. Ia termotivasi dengan sang kakak yang juga pandai menari, bahkan telah menunjukkan bakatnya hingga ke manca negara.

Terlepas dari hal tersebut, tujuan Renes belajar menari ialah agar dapat mengolah emosi, dan bisa turut melestarikan salah satu kesenian Indonesia.

Awalnya ia belajar tari dari keluarga, hingga suatu hari memutuskan untuk melanjutkan les tari di unit kegiatan mahasiswa. "Belakangan ini, saya aktif memperdalam ilmu pada seorang guru tari," ucapnya.

Selain menari, aktivitas Renes bersama Paguyuban Dimas Diajeng Kota Jogja juga mengantarkannya untuk banyak belajar seni seperti, ketoprak, karawitan, dan lainnya.

Lebih seru lagi, kegiatan tari yang diajarkan oleh sesama teman dimas-diajeng, beraliran tari kreasi baru, sehingga Renes bisa lebih berekspresi lewat salah satu jenis kesenian yang ditekuninya.

Pengalamannya yang paling berkesan adalah ketika ia bersama teman-teman Paguyuban Dimas Diajeng Kota Jogja diundang ke Kota Surabaya dalam rangka internation cross cultural. Di sana mereka mempersermbahkan tarian kreasi sendiri.

"Dari acara-acara semacam itu, saya pun bisa bertemu dengan duta wisata dari berbagai daerah dan dapat saling bertukar pengetahuan dan pengalaman terkait budaya," tutur Renes. (tribunjogja.com)

Data Diri Rizki Renes
Lahir: Yogyakarta 29 Juli 1993
Cita-cita masa kecil: Dokter
Pendidikan: SD Petinggen
SMP Negeri 8 Yogyakarta
SMA Negeri 9 Yogyakarta
Mahasiswi Fakultas Geografi UGM
Non-formal: Kursus tari bersama Retno Ningsih

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved