Pembunuhan di Magelang
Hendrik Bacakan Yasin Usai Cekik Istri Sampai Mati
Pelaku bahkan sempat menyalatkan jasad istrinya dua rakaat dan membaca surah Yasin
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Hendrik Bayu Irawan, pelaku pembunuhan terhadap, Rina Aprilia (24), warga Rejosari III, Desa Grabag, Kecamatan Grabag, mengaku dibakar api cemburu sehingga tega mencekik leher istrinya sampai tewas.
Usai melakukan pembunuhan, warga Ngabean, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang ini bahkan sempat menyalatkan jasad istrinya dua rakaat dan membaca surah yasin.
Hendrik ditangkap polisi dalam pelariannya menuju Pulau Bali. Pelaku diamankan di Kabupaten Pasuruhan, Jawa Timur sesaat setelah singgah di sebuah pondok pesantren. Dia kemudian menyerahkan diri di Polres Pasuruhan dan tiba di Mapolres Magelang, Rabu (1/10/2014) sore.
Dengan wajah tertunduk, Hendrik mengaku pembunuhan yang dilakukan terhadap istrinya itu dikarenakan ada rasa cemburu. Senin (29/9/2014) malam, Hendrik dengan beberapa temannya mencari ikan di dekat rumahnya.
Dia kemudian pulang ke rumahnya dan mendengar istrinya sedang melakukan pembicaraan melalui telepon dengan orang lain, Selasa (30/9/2014) dini hari. Dia bahkan mengintip dari jendela dan mendapati istrinya tengah membuka foto seorang laki-laki melalui tabletnya.
"Saya lalu minta dibukakan pintu depan. Istri saya itu kemudian peluk-peluk saya sambil minta maaf dan mau menjelaskan. Saya tanya siapa cowok itu, dia tidak menjawab dengan jujur dan saya emosi. Saya langsung mencekiknya," katanya.
Saat dicekik, menurut Hendrik, Rina sempat meminta ampun. Namun, Hendrik yang terlewat emosi dan kalap tidak bisa lagi mengendalikan amarahnya. Dia mencekik Rina hingga tewas dan tak bernafas. Dia bahkan sempat mengecek denyut jantung, di pergelangan tangan dan dada istrinya itu. Termasuk, sempat membersihkan bercak darah segar yang keluar dari mulut dan hidung istrinya.
"Saya menyesal dia sudah meninggal dunia. Saya lalu menyalatkan dua kali dan yasinan dua kali terus pergi," katanya menyesal.
Hendrik juga mengaku sempat membawa beberapa perhiasan korban, ponsel blackberry, uang tunai Rp 5 juta, dan juga tablet. Namun, dia berdalih mengambil barang-barang berharga itu untuk kepentingan sekolah dua buah hatinya, Andika Refa Pratama (6) dan Dinda Sela Aquina (2).
"Ada beberapa saya simpan di lemari untuk sekolah anak saya. Mau saya pindahkan ke Secang," katanya. (tribunjogja.com)