Tribun Properti

Manfaatkan Sudut-sudut Sempit di Rumah Anda

Sempitnya lahan menjadi masalah yang banyak dihadapi keluarga baru yang menginginkan hunian nyaman saat ini.

Penulis: Rento Ari Nugroho | Editor: tea

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA  - Sempitnya lahan menjadi masalah yang banyak dihadapi keluarga baru yang menginginkan hunian nyaman saat ini. Belum lagi ketika ingin melakukan penambahan fasilitas rumah misalnya taman.

Rumah yang ideal tentu merupakan rumah yang memenuhi kebutuhan penghuni, serta memiliki berbagai fasilitas pendukung. Di tengah kepenatan aktivitas harian, tentunya memandang hijaunya tanaman bisa menjadi pelepas lelah yang baik. Untuk itulah, taman rumah menjadi pilihan yang baik.

Keterbatasan lahan serta semakin mahalnya harga tanah kerap menjadi alasan penduduk kota tidak memprioritaskan kehadiran kebun di rumah. Vertical garden atau taman vertikal bisa menjadi solusi masalah tersebut.

Memiliki area hijau yang ditumbuhi beragam tanaman adalah mimpi hampir setiap orang. Selain memiliki fungsi estetika, kehadiran taman sudah pasti akan membawa hawa segar nan menyehatkan di rumah. Tapi, bagaimana jika kita tinggal di apartement atau rumah dengan lahan yang terbatas untuk berkebun?

Tidak perlu khawatir, karena kini taman bisa tetap dihadirkan meskipun dengan lahan terbatas. Metode berkebun ini dinamakan vertical garden atau taman vertikal. Berkebun dengan taman vertikal jelas lebih efisien, karena pemilik rumah dapat memanfaatkan sudut-sudut atau dinding kosong di rumah.

Ini bertolak belakang dengan taman horizontal yang membutuhkan lahan luas untuk tanaman.Untuk membuat taman jenis ini bisa dilakukan dengan menata tanaman merambat, menyusun tanaman di pot gantung, atau menempelkannya di bidang vertikal seperti dinding.
Sebenarnya, sebelum trend taman vertikal populer di masyarakat kota saat ini, banyak orang di Indonesia telah mempraktikkan hal tersebut di rumah. Banyak pemilik rumah menghiasi dinding dengan tanaman merambat, umumnya dolar-dolaran (Ficus pumila) yang berdaun besar. Atau, daun yang kecil sampai seluruh dindingnya dipenuhi oleh daun itu.

"Tidak usah muluk-muluk melihat tren zaman sekarang. Kalau kita melihat rumah lama dengan dinding dipenuhi oleh daun itu juga termasuk vertical garden ," jelas Clara Thendean, seorang arsitek sekaligus perancang lansekap, dikutip dari ideaonline.co.id. (toa/ideaonline.co.id)

Tags
taman
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved