Lupa Matikan Obat Nyamuk, Rumah Yatinem Ludes Dilalap Api

Rumah Yatinem (50) ludes dilalap si jago merah. Akibatnya, harta benda miliknya yang ditaksir senilai Rp 60 juta amblas

Penulis: pdg | Editor: tea

Laporan Reporter Tribun Jogja, Padhang Pranoto

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Rumah Yatinem (50) ludes dilalap si jago merah. Akibatnya, harta benda miliknya yang ditaksir senilai Rp 60 juta amblas. Belum lagi, tempat bernaungnya selama 20 tahun tersebut, tidak bisa ia tinggali lagi.

Warga Dukuh Paring Rejo, Desa Sukorini, Kecamatan Manisrenggo, Klaten tersebut masih diliputi duka mendalam ketika Tribun Jogja menyambanginya. Langkahnya gontai, air mata pun masih terlihat menggenang.

Sambil mencoba membersihkan sisa-sisa material rumahnya, ia mengaku tidak tahu awal mula kejadian tersebut. Ia baru mengetahui rumahnya dilalap api, ketika tetangganya memberitahukan kepadanya.

"Saya baru tahu ketika Bude Wiji (tetangga, red) memberitahukan kepada saya, ketika sedang berjualan di pasar. Setelah sampai disini, rumah saya sudah terbakar hebat," tuturnya, Selasa (23/9).

Ia menambahkan bahwa pada saat kejadian, tidak ada satupun orang yang berada di rumah. Sang suami pergi mencari pasir, sedangkan anaknya sedang bersekolah.

Akibat kebakaran tersebut, seluruh barang-barang milik keluarganya terbakar habis.

Menurut seorang saksi mata Ngadinem (50), kejadian terjadi pada sekitar pukul 09.30 pagi. "Waktu itu saya sedang memasak air untuk mandi. Lalu saya dengar bunyi plethok-plethok, ketika saya keluar, rumah Yu Yatinem telah terbakar. Kontan saja, saya teriak-teriak meminta pertolongan," tuturnya.

Ditengarai, penyebab kebakaran berasal dari proses pemadaman bara obat nyamuk bakar yang tidak sempurna. Hal tersebut dikatakan oleh Sekretaris Desa Sukorini, Santoning.

Ia menyatakan, kebakaran kemungkinan berasal dari bara api yang masuk ke dalam kasur kapuk. " Api diduga berasal dari bara obat nyamuk yang tidak dimatikan secara sempurna. Bara sempat di guyur air memang, tapi sang pemilik mungkin tidak tahu, apinya sudah benar-benar padam atau belum, lalu ditinggalkan," ucapnya.

Nasi sudah menjadi bubur, kini Yatinem beserta suami dan anaknya yang masih SMP terpaksa mengungsi ke rumah sanak familinya. Harapannya untuk membetulkan rumah, pun sirna. Kayu blandar yang telah ia persiapkan pun ikut menjadi sasaran amukan api.(Pdg)

Tags
kebakaran
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved