Ratih Chandra Merasa Terhormat Dampingi Pembayun Menari
Ratih tak menyangka bisa tampil satu panggung menarikan Srimpi Muncar bersama putri sulung HB X di Bangsal Kepatihan, Sabtu (20/9) malam
Penulis: esa | Editor: Ikrob Didik Irawan
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - SEBUAH kehormatan bagi Ratih Chandra Kusuma (24) mendampingi putri Keraton Kasultanan Yogyakarta, GKR Pembayun menari. Ratih tak menyangka bisa tampil satu panggung menarikan Srimpi Muncar bersama putri sulung HB X di Bangsal Kepatihan, Sabtu (20/9) malam.
"Kaget juga, baru sekali ini menari bareng Gusti Pembayun," kata Ratih kepada Tribun Jogja, Minggu (21/9).
Selama sekitar 30 menit, Ratih mementaskan tari yang mengisahkan peperangan putri Jawa dengan putri China itu. Ia pun mengakui sempat satu kali salah gerakan. Namun, secara keseluruhan, tarian Srimpi Muncar sukses dibawakannya dengan apik.
"Agak beban juga nari dengan putri Raja," ungkap wanita yang kini bekerja sebagai konsultan pertambangan.
Awalnya, Ratih sebenarnya tergabung dalam kelompok pementasan Wayang Wong. Namun, ketika Pembayun menyatakan berkenan untuk pentas, nama Ratih pun terpilih untuk mendampinginya. Pasalnya, tari Srimpi Muncar karya HB VIII itu harus ditarikan empat penari.
Mahasiswa S2 Teknik Geologi UGM inipun menjalani latihan rutin sejak dua bulan sebelum pentas. Beberapa kali ia juga latihan di kediaman sang putri Raja. Ia melihat, Pembayun sebagai sosok yang suka bercanda.
"Tapi tetap saja, nggak bisa guyon seenaknya. Sungkan," ungkap Ratih menceritakan pengalamannya latihan menari bersama Pembayun.
Ratih pribadi sudah aktif menari tradisional sejak usianya masih belia, sekitar 9 tahun. Awalnya karena tertarik dengan kegiatan ekstrakurikuler di sekolahnya.
Lantas, orangtua Ratih mendaftarkannya ke sebuah sanggar tari kenamaan di Yogya, di Ndalem Pudjokusuman. Sejak itulah, ia aktif mengikuti lomba-lomba tari tradisional klasik Yogya.
Aktivitas menarinya sempat terhenti saat remaja. Barulah, semenjak lulus S1, ia mulai aktif kembali. Sampai akhirnya, ia mendapat kehormatan menari bersama putri Sultan.
"Kemarin itu pentas pertama setelah setahun lebih vakum," kata mantan Diajeng Yogyakarta tahun 2009 itu. (tribunjogja.com)