Lipsus Harga Batu Mulia Selangit
Junjung Drajat Dipercaya Tingkatkan Karier
Meskipun memang ada akik yang dipercaya bertuah, hal itu tidak menjadi persoalan. Sebab, biasanya kepercayaan itu terbentuk oleh pasar
Penulis: had | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, M Nur Huda
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kepala Dinas Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) DIY, Bambang Wisnu Handoyo yang juga penggemar batu akik mengatakan, prinsip utama sebenarnya adalah agar tangan menjadi terhias.
Terlebih ketika yang dipakai itu dikenal batu yang langka dan mahal, maka seolah-olah terangkat posisinya. Memakai akik memang mengandung sugesti yang mampu memunculkan kepercayaan diri.
Meskipun memang ada akik yang dipercaya bertuah, hal itu tidak menjadi persoalan. Sebab, biasanya kepercayaan itu terbentuk oleh pasar.
"Misalnya percaya pada tuahnya jika memakai Ruby mira delima ditembak tidak mempan. Itu juga cenderung dipengaruhi pasar. Jadi ada karena kandungan tuahnya, ada juga karena nilai batu itu sendiri," jelasnya.
Begitu pula ketika dirinya mengenakan salah satu koleksinya yaitu kalsedon yang bermotif Junjung Drajat, dipercaya dapat meningkatkan karier. Sebagian memercayai sugesti tersebut. Namun ia memilih lebih ke nilai seni pembuatannya.
"Jadi tingginya harga itu dipengaruhi situasi. Contoh lain, dahulu batu Sungai Dareh kurang dikenal. Tapi setelah SBY memberikan batu itu ke Obama maka sekarang menjadi booming, dan harganya pun tinggi," ungkapnya.
Seorang pedagang batu mulia, Bambang Wiratno mengatakan, selain mengandung kepercayaan hingga mampu mengangkat status sosial, batu akik juga dapat menjalin persaudaraan antar penggemar yang sebelumnya tidak mengenal.
"Ini bisa menyambung persaudaraan semua kalangan. Yang sebelumnya tidak kenal, ketika bertemu bisa nyambung dan akrab," ujarnya. (tribunjogja.com)