Gunung Mayon Erupsi, Puluhan Ribu Warga Filipina Dievakuasi
Badan Vulakanologi dan Seismologi Filipina pun mengeluarkan peringatan untuk segera mengevakuasi warga yang berada di kawasan rawan bencana
Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Ikrob Didik Irawan
TRIBUNJOGJA.COM - Puluhan ribu warga yang berada di kawasan rawan bencana Gunung Mayon, dievakuasi menyusul meningkatnya aktivitas gunung paling aktif di Filipina tersebut, Kamis (18/9/2014).
Gunung yang berada di wilayah timur Filipina ini mulai mengeluarkan lava pijar dan menunjukan peningkatan aktivitas signifikan selama satu pekan terakhir. Badan Vulakanologi dan Seismologi Filipina pun mengeluarkan peringatan untuk segera mengevakuasi warga yang berada di kawasan rawan bencana.
Adapun peningkatan aktivitas yang mencolok terjadi pada Kamis malam, dengan terjadinya lebih dari empat kali guguran lava yang mengalir dari kubah lava utama ke arah selatan. Hal itu menjadi pertanda bahwa kubah lava utama telah hancur.
Otoritas Vulkanologi pun menetapkan status gunung pada level kritis yang merupakan level tertinggi menjelang terjadinya erupsi utama. "Sekarang sudah mulai erupsi, tapi tidak eksplosif," ujar Renato Solidum, kepala pusat badan pemantauan vulkanologi, Filipina.
Ia menambahkan bahwa saat ini baru sebatas leleran lava pijar saja. Semua warga yang berada di semua sisi gunung bisa terancam bahaya jika terjadi letusan eksplosif.
Adapun gunung ini merupakan tempat wisata alam yang sangat terkenal di Filipina. Lokasinya berajarak 340 kilometer dari Ibukota Filipina, Manila. Pada tahun 1987 silam, Gunung Mayon pernah meletus dengan mengeluarkan hembusan gas piroklastik yang hampir menyerupai "wedhus gembel".
Gas sangat panas ini menghancurkan semua yang dilewatinya. Mereka berdoa agar letusan tahun 1987 itu tidak terulang kembali pada erupsi kali ini. Dalam kurun waktu 500 tahun terakhir, Gunung Mayon tercatat telah meletus sebanyak 50 kali.
Yang paling baru, terjadi pada tahun 2013 lalu yang menewaskan lima pendaki termasuk tiga orang wisatawan asal Jerman. Mereka tewas ketika tiba-tiba gunung ini memuntahkan gas piroklatstiknya yang sangat panas. (*)
Sumber : ABC News