Ban Bocor Hantui Pemotor
Selain kini ada ban tubeless yang anginnya tidak langsung habis ketika bocor, ada pula cairan antibocor
Penulis: Rento Ari Nugroho | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Rento Ari
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Satu masalah yang banyak dialami pemotor adalah ban bocor. Masalah satu ini memang merepotkan dan tak jarang mengundang masalah lain yang lebih besar ketika memacu motor kesayangan.
Satu contohnya adalah apa yang dialami Aditya Widiatmoko (24). Mahasiswa sebuah perguruan tinggi swasta (PTS) di Yogyakarta ini mengungkapkan, masalah ban bocor memang seakan menjadi hal yang tak terhindarkan. Setiap pemotor pasti pernah mengalami hal tersebut.
"Kalau sedang nggak ada urusan buru-buru, sebenarnya tinggal nyari tukang tambal ban terdekat. Tapi kalau ada urusan penting, rasanya emosi sekali kalau ban bocor," kata mahasiswa asal Kulonprogo ini.
Ia mencontohkan, suatu kali ia harus mengikuti kuliah pagi dengan materi penting yang akan diberikan dosen. Karena sudah bangun agak kesiangan, ia pun memacu motor Jupiter MX-nya dari kosnya di Sagan ke kampus di daerah Mrican.
"Belum ada jalan sekitar 200 meter, mendadak motor goyang. Mana hari masih pagi, belum ada tukang tambal ban yang buka. Jadilah saya telat ikut kuliah. Badan sudah capek nuntun motor, masih harus kena marah dosen. Rasanya jelas emosi," kata mahasiswa bertubuh kurus ini.
Untuk menghindari masalah serupa terulang, Adit memiliki tips tersendiri. Misalnya saja, ia menghafal lokasi tukang tambal ban. Tak lupa, ia juga mengunduh aplikasi lokasi tambal ban di smartphone-nya.
"Yang tidak kalah penting, ban bocor tidak selalu karena paku. Bisa pula karena ban sudah agak kempes. Pokoknya, kalau ban sudah mulai berkurang anginnya, harus segera ditambah. Juga, kalau bocor sering kena paku, hafali juga lokasi dimana kemungkinan banyak paku," pungkasnya.
Cara yang diterapkan Adit memang cukup baik untuk menghindari masalah kebocoran ban. Namun, perkembangan teknologi juga memudahkan mengatasi hal tersebut. Selain kini ada ban tubeless yang anginnya tidak langsung habis ketika bocor, ada pula cairan antibocor. Apa itu cairan antibocor?
Jongky Santosa, pemilik Galaxy Motor, mengatakan, cairan antibocor merupakan cairan sejenis jel yang dimasukkan ke ban. Ketika ban bocor terkena paku, maka jel tersebut langsung menutup lubang sehingga angin tidak langsung habis. "Ini bisa jadi solusi, terutama mereka yang tidak ingin sering terkena masalah ban bocor," katanya. (tribunjogja.com)