Persibat Buka Peluang Lolos DU, Tekuk PS Badung 1 - 0
Persibat Batang meraih kemenangan tipis 1 - 0 atas PS Badung dalam babak enam besar Kompetisi Divisi Satu PSSI 2014
Penulis: Susilo Wahid Nugroho | Editor: tea
Laporan Reporter Tribun Jogja, Susilo Wahid Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Persibat Batang meraih kemenangan tipis 1 - 0 atas PS Badung dalam babak enam besar Kompetisi Divisi Satu PSSI 2014 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Senin (8/9) sore. Hapidin, menjadi pahlawan dalam laga tersebut karena mencetak gol penentu kemenangan Persibat lewat eksekusi tendangan pinalti.
Atas hasil ini, Persibat berhasil membuka jalan lolos ke level Divisi Utama karena telah mengoleksi enam poin. Di pertandingan slenjutnya, Hapidin cs bakal bertanding melawan Perserang, lawan yang tentunya lebih berat karena menjadi juara grup U di babak 12 besar sebelumnya.
Pelatih PS Badung, Sujata menganggap permainan kedua tim dalam laga kemarin sebenarnya cukup menarik. Sayang, beberapa kali keputusan wasit yang menganggap para pemainnya sudah dalam posisi off-side menurutnya tidak fair.
"Pemain saya muncul dari belakang, kenapa hal itu dianggap offside, lihat sendiri keputusan wasit benar-benar tidak fair," kata Sujata.
Di satu sisi, faktor keberuntungan diakui Sujata belum terlalu memihak kepada timnya dalam laga kemarin. Terbukti, dua kali peluang anak asuhnya Tirtanadi yang sudah tinggal berhadapan dengan kiper batal dikonversi menjadi sebuah gol dalam pertandingan.
"Dia (Tirtanadi-red) kurang tenang dalam menyelesaikan peluang, ini yang menjadi ciri sepakbola karena selalu ada tantangan," kata Sujata.
Terpisah, Pelatih Persibat Lukas Tumbuan menanggapi dingin perihal keputusan wasit yang dianggap pelatih PS Badung tidak fair. Ia, tetap menganggap jika beberapa keputusan kontroversial wasit masih dianggapnya dalam batas wajar.
"Bukan PS Badung saja yang dirugikan, tim kami juga beberapa kali dirugikan oleh keputusan wasit, jadi saya anggap ini masih dalam batas wajar," kata Lukas.
Di satu sisi, Lukas mengaku jika pertandingan melawan PS Badung cukup berjalan berat terbukti gol penentu kemenangan hanya tercipta dari titik putih. Namun secara keseluruhan, Lukas tetap memuji penampilan anak asuhnya.
Di laga kemarin, Persibat mendominasi laga setidaknya sepanjang babak pertama. Sementara PS Badung memainkan sepakbola bertahan dan lebih sering mengandalkan serangan balik karena kalah penguasaan bola.
Menit 11, Persibat membuka peluang dari Cahya Sumirat andai andai bola hasil tendangannya tidak menyamping. Disusul peluang Hapidin menit 37 melalui tembakan memanfaatkan bola rebound namun masih melambung.
Sementara PS Badung, melahirkan dua peluang dari Tirtanadi Wardana. Sayang, Tirtanadi yang dua kali tinggal berhadapan dengan kiper tidak bisa mengkonversinya menjadi gol. Kiper Persibat bisa menghalau dua peluang Tirtanadi.
Petaka bagi PS Badung muncul di menit 82 kala salah satu pemainnya, Adi Parwa tertangkap handsball di area kotak pinalti. Hadiah kartu kuning kedua untuk Adi karena insiden tersebut membuatnya harus keluar dari lapangan.
Sebaliknya, insiden ini menjadi keuntungan bagi Persibat usai Hapidin yang dipercaya menjadi eksekutor tendangan pinalti mampu merobek jala PS Badung yang dijaga Putra Yana. Skor berkesudahan 1 - 0 untuk Persibat. (sus)