Volume Kendaraan Bisa Turun 30 Persen

Mulai Senin (25/8) kemarin, Jalan C Simanjuntak, Terban diberlakukan satu arah secara permanen, dari utara menuju selatan.

Penulis: dnh | Editor: tea

Laporan Reporter Tribun Jogja, Dwi Nourma Handito

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Mulai Senin (25/8) kemarin, Jalan C Simanjuntak, Terban diberlakukan satu arah secara permanen, dari utara menuju selatan. Dengan penerapan tersebut diprediksi jumlah volume kendaraan yang melintas bisa berkurang 30 persen dari sebelumnya, terutama saat jam-jam sibuk.

Menurut Kepala Seksi Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Windarto, kendaraan yang menuju arah selatan dengan yang ke utara tiga berbanding satu. Sehingga dengan begitu, maka volume kendaraan bisa berkurang hingga 30 persen, saat jalur searah diterapkan.

"Oleh karena perbandingan kendaraan yang melintas banyak yang ke selatan, maka jalur searah dibuat ke arah selatan," kata Windarto ketika melakukan pemantauan pelaksanaan jalur searah di Jalan C Simanjuntak, Senin (25/8).

Pada pelaksanaan hari pertama, petugas dari Dishub dan kepolisian diterjunkan ke lapangan. Petugas berada dilapangan di jam-jam tertentu seperti pada pagi hari dan sore hari. Petugas akan berada di lapangan selama empat hari.

Dari pantauan Tribun Jogja, penerapan tersebut cukup berjalan lancar, meski masih ada beberapa kendaraan yang mencoba melintas ke arah utara, terutama kendaraan roda dua. Meskipun begitu petugas belum melakukan penindakan dan hanya melakukan imbauan agar pengendara tidak melawan arah.

Belum diterapkannya penindakan tersebut menurut Windarto, lantaran belum ada kekuatan hukum. Penindakan mulai diterapkan setelah jangka waktu satu bulan dari pemasangan rambu atau diberlakukannya rambu.

Windarto menyebut paling tidak selama tiga hari, seharusnya masyarakat sudah mengetahui pemberlakuan jalur searah itu. " Setelah tiga hari seharusnya sudah tahu, apalagi yang sering melewati jalan tersebut," jelas Windarto.

Penerapan jalur searah tersebut juga diikuti penyesuaian alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) di beberapa simpang yang ada di kawasan Jalan C Simanjuntak. Semisal di pertigaan Mc'D, fase APILL kini hanya dua, yakni dari barat dan dari utara timur. Sementara itu di simpang Mirota Kampus juga berubah menjadi tiga fase, simpang Tugu juga ikut menyesuaikan.

Penerapan jalur searah juga mengubah tempat parkir yang ada di sepanjang Jalan C Simanjuntak. Jika selama ini dua sisi jalan digunakan untuk parkir, maka akan menimbulkan kemacetan. Oleh sebab itu mulai kemarin, parkir mobil hanya boleh di sisi timur, searah dengan arus lalu lintas.

Windarto menambahkan, melihat tipikal jalan di Kota Yogyakarta yang banyak persimpangan, idealnya jalan yang ada dibuat satu arah. "Tipikal jalan di Yogya kan banyak persimpangan, bagusnya dibuat satu arah. Selain untuk mengurangi antrean di lampu merah, pengalihan jalan juga dekat," kata Windarto.

Sementara itu, penerapan jalan satu arah mendapatkan respon beragam mengingat Jalan C Simanjuntak selama ini dikenal sebagai penggal jalan yang cukup padat. Arif Karunia, warga yang tinggal di Jetis mengaku mendukung penerapan jalan searah di C Simanjuntak. Namun ia berharap parkir kendaraan khususnya roda empat tertib di satu sisi saja.

"Kalau dibikin searah namun parkirnya tetap tidak tertib, tetap sama aja tidak berpengaruh dan bisa menimbulkan kemacetan," kata Mahasiswa UGM tersebut. (dnh)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved