Pengendalian BBM Bersubsidi

Di Klaten, Mobil Hanya Bisa Beli Bensin Maksimal 100 Ribu

Pengurangan kuota BBM bersubsidi di setiap SPBU, ternyata membuat SPBU di Klaten melakukan kebijakan demi pemerataan dan pelayanan kepada konsumen

Penulis: oda | Editor: tea

Laporan Reporter Tribun Jogja, Obed Doni Ardiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN – Pengurangan kuota BBM bersubsidi di setiap SPBU, ternyata membuat SPBU di Klaten melakukan kebijakan demi pemerataan dan pelayanan kepada konsumen. Salah satunya dengan kebijakan membatasi pembelian premium maksimal Rp 100 ribu untuk mobil.

Riyanto (50), warga Kecamatan Wedi, mengaku hanya dapat membeli bensin dengan total harga Rp 100 ribu di SPBU yang berada di Desa Jonggrangan, Kecamatan Wedi. Dia membeli bensin untuk mobil yang dikendarainya.

“Saya ini tadi mau membeli bensin Rp 150 ribu, tapi tidak diperbolehkan. Kata petugasnya saya hanya boleh membeli maksimal Rp 100 ribu. Terpaksa yang harus membeli lagi dalam perjalanan ke Semarang ini,” jelasnya, setelah membeli bensin di SPBU itu, di Klaten, Senin (25/8/2014).

Mengenai hal itu, pihak pengelola SPBU yang berada di pinggir Jalan Solo Jogja itu berkurang menjadi 16.000 liter, dari 24.000 liter. Hal itu membuat pihaknya melakukan pengaturan dalam pelayanan bagi konsumen, supaya pelayanan tidak terputus akibat stok premium habis.

“Ini kebijakan dari pemerintah. Sudah ada jadwal suplai yang dikirimkan. Yang jelas sampai akhir bulan ini ada pengurangan jatah. Pembatasan itu demi pertanggungjawaban kita kepada konsumen,” paparnya, yang enggan disebutkan namanya.

Selain pembatasan pembelian BBM bagi mobil, SPBU itu juga untuk saat ini tidak melayani pembelian dengan jerigen. “Coba bayangkan jika sudah mengantri berlama-lama dan panas-panas, lalu premium habis. Konsumen pasti marah-marah. Kita jadi bingung juga,” pungkasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved