Polisi Selamatkan Enam Wanita yang Hendak Dijual

Mereka diamankan saat menunggu keberangkatan di Bandara Sam Ratulangi Manado, Jumat (15/8/2014) sekitar pukul 06.00 Wita

TRIBUNJOGJA.COM, MANADO - Tujuh wanita dan seorang sopir diamankan oleh polisi karena diduga melakukan percobaan perdagangan manusia (trafficking). Mereka diamankan saat menunggu keberangkatan di Bandara Sam Ratulangi Manado, Jumat (15/8/2014) sekitar pukul 06.00 wita.

Terbongkarnya kasus dugaan trafficking ini, berawal dari informasi yang diterima Tim Reserse Mobile (Resmob) Polresta Manado dari satu di antara orangtua korban yang anaknya akan diberangkatkan menuju Kendari, Sulawesi Tenggara.

Informasi tersebut langsung direspon dengan bergerak cepat menuju bandara untuk melakukan penyelidikan. Penangkapanpun dilakukan di tempat keberangkatan, setelah mencocokkan ciri-ciri satu di antara korban.

"Setelah informasinya A1, ternyata ada enam orang yang akan diberangkatkan, kami amankan semuanya ke Mapolresta Manado," ujar Kanit Resmob, Bripka Joun Polii kepada Tribun Manado, Jumat (15/8/2014).

Para korban yang diamankan yakni, YR (21) dan IF (20), warga Kairagi Dua, Kecamatan Mapanget, GP (21), warga Dendengan Dalam, Kecamatan Paal Dua, WS (19) dan AL (19), warga Malalayang, Kecamatan Malalayang dan AM (25), warga Girian Kota Bitung.

Dua orang lainnya yang ikut ditangkap MW alias Mario (20), warga Winangun Kecamatan Malalayang, sopir yang mengantar para korban ke bandara, serta SR alias Sherly (33), warga Kelurahan Malalayang Satu Timur, Kecamatan Malalayang, yang diduga sebagai mami alias perekrut.

Selain menyita lima handphone, juga disita empat lembar tiket maskapai Lion Air dengan nomor penerbangan JT 0741 tujuan Makassar. Juga empat tiket transit maskapai yang sama dengan nomor penerbangan JT 1320 tujuan Kendari.

"Kami jadikan sebagai barang bukti. SMS di HP pelaku (mami), jelas wanita-wanita muda ini menjadi korban trafficking," kata Polii.

SR saat berbincang dengan Tribun Manado menjelaskan keenam wanita muda ini akan dipekerjakan di salah satu Pub dan Karaoke bernama The Blitz di Kota Kendari. "Saya berani berangkatkan mereka karena kemauan mereka sendiri," tutur dia. (*)

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved