Lebaran 2014
Penjual Bunga Panen Rezeki
Satu wakul (pikulan), yang biasanya Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu bisa sampai Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu
TRIBUNJOGJA.COM, SEMARANG - Bulan syawal menjadi berkah tersendiri bagi Umiyah (64), warga Kabupaten Semarang. Selama 30 tahun berjualan bunga di pasar Randusari, Semarang Selatan, keuntungan berlipat hanya didapatkan saat bulan Syawal.
"Kalau Syawal harga kembang (bunga) naik semua. Satu wakul (pikulan), yang biasanya Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu bisa sampai Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu," ceritanya.
Ia mengatakan, sama seperti petugas kepolisian tidak merayakan lebaran. Pada saat ebaran hingga 7 syawal, ia memilih berjualan bunga. Tiap hari ia 'nglaju' dari Kabupaten Semarang ke kota Semarang hanya untuk jualan bunga.
Umiyah bercerita, harga tertinggi bunga jatuh saat 1-2 Syawal. Harga satu 'wakul' kranjang dihargai sampai Rp 300 ribu. Bahkan satu bungapun ada harganya antar Rp 1.500 hingga Rp 2.500.
Tidak hanya saat lebaran saja yang ramai, tetapi juga pada lebaran ketupan (H+7) yang jatuh pada Minggu (3/8) atau Senin (4/8) ini. Meskipun ramai, tapi harga bunga sudah turun. Tidak semahal pada lebaran.
"Bakdo kupat (lebaran ketupat) harga kembang sudah turun. Yang naik tidak hanya pedagang, tapi juga dari petani di Bandungan sana," tuturnya. (*)