Mahasiswi Surabaya Angkat Agrowisata Turi Sebagai Tugas Akhir Kuliah
Kecamatan Turi yang merupakan kecamatan paling utara di Kabupaten Sleman dan dikenal dengan wisata agrowisata salaknya
Penulis: Santo Ari | Editor: tea
Laporan Repoter Tribun Jogja, Santo Ari
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN – Kecamatan Turi yang merupakan kecamatan paling utara di Kabupaten Sleman dan dikenal dengan wisata agrowisata salak pondoh. Hal itu membuat ketertarikan Mega Ekklesia Putrihadi (22), mahasiswi Desain Komunikasi Visual Universitas Kristen Petra Surabaya, dalam pengerjaan Tugas Akhirnya (TA).
Dara asal Surabaya yang kerap disapa Mega ini mengangkat Agrowisata Turi dengan judul “Perancangan Corporate Identity dan Promosi Destinasi Agrowisa Salak Pondoh Turi Sleman”
“Tujuannya adalah rebranding dan mengemas agrowisata agar lebih dikenal dan diminati oleh wisatawan, baik dari Yogyakarta maupun luar Yogyakarta,” ujarnya Rabu (30/7).
Setelah 10 hari tinggal di Turi dan melakukan penelitian dan wawancara terhadap pengelola, warga, dan wisatawan yang berkunjung disana, Mega berkesimpulan bahwa masyarakat Yogyakarta masih banyak yang belum mengenal agrowisata wisata tersebut.
“Sangat disayangkan, padahal potensi wisata yang ada di Turi sangat menarik untuk ditelusuri,” tambahnya.
Dalam TA-nya, dia mendesain dan memproduksi logo, cop surat, kartunama, seragam pegawai, stempel, hingga peta lokasi kawasan agrowisata Turi. Untuk promosinya dia membuat spanduk, banner, flayer, brosur, hingga papan penanda untuk kawasan wisata tersebut.
“Selain itu saya juga membuat topi, kaos, notes, stiker, dan gantungan kunci untuk keperluan souvenir bagi wisatawan yang berkunjung,” tuturnya.
Dari semua desain yang dia buat, Mega memberikan alternatif nama untuk keperluan branding desa tersebut, yaitu Aspora (Agrowisata Salak Pondoh Turi Yogyakarta).(*)