Tribun Properti

Gorden Tak Sekadar Pemanis Jendela

Ketika menempati rumah baru, satu penyokong kenyamanan penghuni adalah penataan interior.

Penulis: Rento Ari Nugroho | Editor: tea

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rinto Ari Nugroho 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA  ‑ Ketika menempati rumah baru, satu penyokong kenyamanan penghuni adalah penataan interior. Setelah penataan interior yang langsung bersentuhan dengan penghuni, interior yang memberikan kenyamanan dari segi estetika juga patut dipertimbangkan. Satu interior yang sangat penting untuk memberi kesan lebih menarik pada ruangan adalah tirai.

Selama ini tirai dikenal sebagai bahan untuk melengkapi jendela, bahkan pintu. Jenis tirai berfungsi cukup dominan saat mengonsep desain interior sebuah ruangan. Pemilihan jenis dan materialnya menjadi bagian dalam penataan ruang.

Selain segi fungsinya, tirai juga berperan dalam pengaturan intensitas cahaya yang masuk ke dalam ruangan, Bahan‑bahan apa saja yang digunakan untuk tirai?

Pada dasarnya, tidak ada jenis bahan khusus yang harus digunakan. Selama bahan yang digunakan dapat mengakomodasi intensitas cahaya yang masuk, maka bahan tersebut dapat digunakan untuk tirai. Namun, memang, tetap ada aturan‑aturan khusus harus diperhatikan saat memilih jenis bahan ini.

Berdasarkan jenis materialnya, tirai terbagi menjadi gorden (curtain) dan vitrase (vitrage). Pembedanya adalah jenis bahan gorden. Jika pada gorden cenderung menggunakan bahan yang tebal, berat dan rapat seperti batik, beludru, belacu, jins, sutra dan lain sebagainya, maka vitrase cenderung kepada penggunaan bahan ringan dan tipis seperti renda (lace), nilon (nylon) dan nilon polyester (nylon ployester).

Gorden sendiri memiliki beberapa jenis. Yang paling umum adalah gorden standar. Boleh jadi, disebut standar karena bentuk dan pemasangannya yang mudah. Kain tirai digantung pada sebatang rel (track) dengan alat bantu berbentuk gelang (ring) atau hook.

Selain itu juga dikenal gorden rel ganda (double rod pocket curtain). Jenis gorden ini menggunakan dua batang rel dan kawat spiral pada bagian atas dan bawah sehingga gorden tidak menjuntai.

Ada juga gorden kancing (tab curtain). Serupa dengan gorden standar, hal yang membedakannya adalah bagian bawah tirai dibiarkan menjuntai dan pada bagian tengah tirai biasanya diikat dengan tali yang bahannya sama dengan tirai kemudian ditambahkan kancing sebagai pengikatnya.

Adapun gorden kedai (cafe curtain) hanya menutupi bagian bawah bidang jendela. Bagian atasnya dibiarkan terbuka. Disebut cafe curtain karena biasanya digunakan di kedai kopi atau kafe, dan kini penggunaannya semakin meluas. Gorden ini juga dapat digunakan untuk menutupi lubang ventilasi pada ruang.

Vitrase terbuat dari bahan yang lebih tipis dari gorden. Secara spesifik berfungsi untuk menahan sorot sinar matahari dan sering dikombinasi dengan gorden. Vitrase dapat menahan akses visual orang luar ke dalam rumah sehingga privasi pemilik rumah terjaga. Meskipun begitu, pemilik rumah masih bisa melihat keluar rumah dengan leluasa. (toa/kompas.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved