Pilpres 2014

Puan Tak Khawatir Hasil Survei Elektabilitas Jokowi-JK Menurun

Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (DPP) PDI Perjuangan, Puan Maharani tidak ambil pusing adanya penurunan elektabilitas Jokowi-JK

Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: tea

Laporan Reporter Tribun Jogja.com, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (DPP) PDI Perjuangan, Puan Maharani tidak ambil pusing adanya penurunan elektabilitas Jokowi-JK dari hasil survei sejumlah lembaga.

"Itu kan hanya hitungan angka-angka. Tetap kami waspadai. Namun, rakyatlah yang menentukan. Sejauh ini, kami tetap optimis dan yakin, Jokowi-JK akan memenangkan Pilpres 9 Juli mendatang,"kata Puan usai meresmikan Kampung Marhaen atau Kampung Jokowi di Desa Ngadiharjo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Senin (30/6/2014) sore.

Dia mengatakan, semua pihak yang mendukung Jokowi-JK telah berbagi tugas untuk memberikan sosialisasi dan pemahaman pada masyarakat di daerah seluruh Indonesia. Utamanya, ujar dia, di daerah basis PDI P dilakukan upaya untuk merangkul meyakni, dan membangkitkan kepercayaan pada rakyat untuk memilih Jokowi-JK.

"Kami lakukan cara-cara yang santun beretika di seluruh wilayah. Jika ada pihak-pihak yang merusak, mengintimidasi, mengintervensi, biarlah rakyat yang menghukum pada pesta demokrasi ini," ujar dia.

Puan juga menargetkan, di wilayah Jawa Tengah akan unggul mutlak untuk kemenangan Jokowi - JK pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 9 Juli mendatang. Hal itu tak lepas dari predikat Jawa Tengah, sebagai kandang banteng dan basis utama pendukung PDI Perjuangan.

"Tak bisa dipungkiri, Jawa Tengah adalah basis utama PDI Perjuangan. Pengalaman pada Pemilihan Gubernur Jateng dan Bupati Magelang, PDI Perjuangan menjadi pemenangnya. Tak heran, kami mentargetkan Jokowi-JK akan meraih kemenangan mutlak pada pilpres 9 Juli mendatang," kata Puan.

Dalam kesempatan itu, Puan mengajak para pendukung Jokowi-JK untuk bergerak aktif mulai dari teman sedapur, sepiring, sekamar, sesumur dari desa ke desa, kampung ke kampung, untuk mengkampanyekan Jokowi-JK. Dia juga meminta kader dan pendukung untuk mewaspadai serangan fajar dan money politics.
Selain itu, ujar Puan, kader juga harus mewaspadai segala kecurangan.

"Jangan meninggalkan TPS sebelum penghitungan suara selesai atau sebelum kotak suara benar-benar dikunci dengan benar. Kawal juga sisa surat suara, jangan sampai disalahgunakan pihak lain," katanya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved