Tribun Properti

Tenaga Surya Mulai Ngetrend

Pada umumnya, alat pemanas air untuk keperluan mandi banyak dipakai di Negara yang memiliki iklim dingin

Penulis: Rento Ari Nugroho | Editor: tea

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rento Ari Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pada umumnya, alat pemanas air untuk keperluan mandi banyak dipakai di Negara yang memiliki iklim dingin. Namun, manfaat kesehatan dan relaksasi tatkala berendam air hangat membuat alat pemanas air mulai banyak dipasang di Indonesia.

Branch Manager PT Jaya Duta Tirtaindo, Nandang Santosa menjelaskan, air panas banyak digemari untuk kesehatan. "Banyak orang belum tahu, mandi yang sehat itu mandi menggunakan air bersuhu satu derajad lebih tinggi dibanding suhu tubuh," paparnya di sela pameran material rumah di Amplaz, Senin (9/6).

Nandang melanjutkan, orang yang mengetahui informasi penting tersebut umumnya kemudian memanfaatkan water heater. Untuk saat ini, pemanas air bertenaga matahari memang sedang digandrungi di Yogyakarta dan sekitarnya. Kondisi Yogyakarta yang memiliki sinar matahari melimpah membuat teknologi ini populer.

"Secara umum, ada dua jenis alat pemanas air tenaga surya yaitu jenis flat panel dan jenis tube. Yang jenis panel ini berupa papan yang menyerap tenaga matahari, sedangkan jenis tube berbentuk pipa hitam berisi dua lapisan pipa dengan udara vakum di antaranya," ungkapnya.

Mengenai kelebihannya, jenis panel lebih kuat karena mampu menahan beban tubuh manusia seandainya diinjak. Hanya saja jenis ini hanya menyerap panas matahari dari satu arah. Sementara jenis tube lebih ringkih karena mudah pecah namun mampu menyerap sinar matahari dari berbagai arah.
Untuk harga, lanjut Nandang, tergantung jenis dan kapasitas tangkinya. Misalnya saja untuk jenis flat panel berkapasitas 130 liter dijual mulai Rp 14 jutaan. Sedangkan jenis tube berkapasitas 120 liter dijual mulai Rp 11,8 juta.

"Untuk masa pakai juga berbeda, jenis flat masa pakai lebih dari 15 tahun. Sementara jenis tube minimal 10 tahun," katanya.

Khusus untuk pemanas air bertenaga surya ini, alat yang umumnya dipasang di atap rumah ini digemari warga Yogyakarta. Menurut Marketing Consultant Kunindo, dealer resmi Solahart, F Fuad Hasan, efisiensi dan kepraktisan membuat pemanas ini digemari.

"Tidak seperti alat pemanas lain yang memerlukan biaya operasional dan perawatan, pemanas tenaga surya ini lebih irit. Alat ini bisa memanaskan air menggunakan sinar matahari. Listrik hanya digunakan sebagai cadangan seandainya mendung. Dengan bahan kuat dan pemasangan yang benar, maka alat ini minim biaya perawatan," katanya di sela pameran material rumah di Amplaz, Senin (9/6). (toa/kompas.com)

Tags
properti
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved