Pemancing Berburu Ikan Lele di Sungai Gajah Wong

Belum lama memancing, Purnomo pagi itu sudah mendapatkan empat ikan lele. Acara mancing bersama berlangsung dari pukul 08.00 hingga pukul 16.00.

Tayang:
Editor: Sulistiono

Laporan Reporter Tribun Jogja, Santo Ari Handoko

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Purnomo, pemuda asal Bambanglipuro, Bantul, rela datang jauh-jauh dari rumahnya ke acara mancing bersama dalam rangka Festival Sungai Gajah Wong, Sabtu (7/6). Dia mendapat informasi acara tersebut dari sosial media.

Belum lama memancing, Purnomo pagi itu sudah mendapatkan empat ikan lele. Acara mancing bersama berlangsung dari pukul 08.00 hingga pukul 16.00.

“Saya hobi mancing, jadi tidak akan melewatkan acara seperti ini. Saya berharap Festival Sungai Gajah Wong diadakan rutin dua kali setahun, dan acaranya lebih dikembangkan lagi,” ujarnya.

Selain Purnomo, acara mancing bersama diikuti lebih dari 150 orang. Mereka merupakan penduduk lokal kampung setempat, maupun dari luar daerah.

Festival Sungai Gajah Wong diselenggarakan di dua kampung yang dibatasi Sungai Gajah Wong, yaitu wilayah RW 11 Gambiran, Kelurahan Pandeyan, Kecamatan Umbulharjo, dan RW 13 Darakan, Kelurahan Prenggan, Kecamatan Kotagede, Yogyakarta.

Tampak para pemancing menikmati aktivitasnya sambil diiringi lantunan lagu dari biduan yang ikut meramaikan acara pagi itu. Mereka memancing di area yang telah disediakan panitia.

Ketua panitia sekaligus Ketua Forum Komunikasi Daerah Aliran Sungai (FORSIDAS) Gajah Wong, Agus Supriyanto, memaparkan, tujuan diadakan festival bertajuk “Selamatkan Gajah Wong dengan Tanganmu” ini untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat di bantaran sungai akan pentingnya menjaga lingkungan dan ekosistem.

Sehingga kedepannya Sungai Gajah Wong bisa dijadikan alternatif wisata di Yogyakarta. “Selain itu, dengan diadakannya acara ini, kerukunan antardua kampung dapat terjalin erat,” imbuhnya.

Rangkaian acara festival ini diselenggarakan pada Sabtu (7/6) hingga Senin (9/6). Selain mancing bersama, ada instalasi dan pertunjukan seni, pawai budaya, panggung gembira.

Aksi donor darah dari mahasiswa Universitas Cokroaminoto Yogyakarta bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Bantul turut memeriahkan acara tersebut. “Hari Senin besok ada saresehan budaya dan lingkungan, menghadirkan pembicara Cak Nun dan Kiai Kanjeng,” tambahnya.

Lurah Pandeyan, Sulasmi, memaparkan, sangat mendukung acara tersebut sebagai wujud kepedulian dan kesadaran masyarakat. Dia berharap ke depannya pencemaran lingkungan dapat dihindari.

“Hal sekecil apapun bisa sangat berarti, paling tidak kita jangan membuang sampah di sungai,” paparnya saat ditemui di lokasi acara. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved