Kasus Intoleransi di DIY

Kemenag Sleman Minta Umat Saling Introspeksi Diri

Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Sleman Muhammad Lutfi Hamid, menyerukan kepada umat untuk mengintrospeksi diri masing-masing

Penulis: pdg | Editor: tea

Laporan Reporter Tribun Jogja Padhang Pranoto

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Sleman Muhammad Lutfi Hamid, menyerukan kepada umat untuk mengintrospeksi diri masing-masing. Hal ini berkaitan dengan kekerasan berkedok agama yang belakangan terjadi di Kabupaten Sleman.

Penyerangan terhadap umat beragama lain, menurutnya karena pola pikir yang tidak tertata. "Sudah saatnya umat beragama menata pola pikir atau mindset agar tidak saling membenci," tuturnya dalam acara pertemuan dengan tokoh agama dan unsur Muspida, Kamis (5/6/2014).

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa persoalan yang kini muncul dipermukaan banyak disebabkan oleh persoalan pribadi.

Selaras dengan Lutfi, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sleman juga memandang gesekan tersebut dikarenakan kesalahpahaman pribadi. Ia meminta kedua belah pihak berani dan mau saling memaafkan.

"Pihak yang bersengketa akan ditemukan guna untuk berbicara dari hati ke hati untuk kepentingan yang lebih besar," tuturnya.

Sementara itu, Dandim 0732 Sleman Letkol (inf) Bambang Yudhi Kustiwa, memandang mediasi antar lintas agama merupakan hal yang penting. Ia menilai bahwa dengan mediasi diharapkan konflik ini tidak meluas.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved