Tribun Properti

Joglo Terbukti Tahan Gempa

ARSITEK Perencana dari Formula Land, Aditya Wijaya mengatakan, sejatinya memang tidak ada rumah tahan gempa.

Penulis: Rento Ari Nugroho | Editor: tea

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rento Ari Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - ARSITEK Perencana dari Formula Land, Aditya Wijaya mengatakan, sejatinya memang tidak ada rumah tahan gempa. Yang ada sebenarnya lebih kepada rumah yang mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana gempa.

"Rumah apapun, kalau gempa skala besar ya tetap ambruk. Untuk wilayah rawan gempa misalnya Yogya, rumah jawa kuno misalnya Limasan dan Joglo lah yang sebenarnya paling layak untuk daerah gempa. Hal itu didasarkan pada pengalaman nenek moyang," jelasnya.

Menurut Adit, gempa 2006 membuka kesadaran masyarakat mengenai hal ini. Karenanya, ketika mereka membangun ataupun membeli rumah, jasa arsitek dan hitungan struktur mulai diperhitungkan. "Bagaimanapun juga, semahal apapun rumah kalau yang menempati tidak aman ya percuma," tegasnya.

Sedangkan yang dilakukan pengembang untuk menjual rumah yang aman kepada konsumen adalah penyesuaian kosntruksi. Melihat kearifan lokal dalam rumah Jawa kuno, maka desain rumah pun menyesuaikan pula. "Misalnya untuk desain atap kami memakai limasan," imbuhnya.

Selain itu, lanjutnya, dalam proses pembangunan pun kekuatan menghadapi gempa sangat diperhitungkan. Misalnya saja pembesian harus sesuai dengan hitungan struktur, system penulangan, ukuran besi, cara pengecoran yang benar, jarak antara begel harus sesuai dengan hitungan struktur.

"Untuk membangun rumah asal asalan, semua orang bisa melakukannya. Tetapi untuk membangun rumah yang aman dan nyaman, itu yang seharusnya menjadi standar. Karena, pada intinya rumah adalah tempat berlindung. Rumah harus menjamin penghuninya merasa nyaman," pungkasnya. (toa)

Tags
properti
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved