Pemilu 2014

Tak Ada Relawan Demokrasi di Pilpres

Para relawan demokrasi (relasi) yang dibentuk oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk membantu menyosialisasikan Pileg 9 April lalu

Tak Ada Relawan Demokrasi di Pilpres
Istimewa
Ilustrasi Pemilu 

Laporan Reporter Tribun Jogja, M Nur Huda

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Para relawan demokrasi (relasi) yang dibentuk oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk membantu menyosialisasikan Pileg 9 April lalu, tidak lagi dikerahkan dalam Pemilu Presiden (Pilpres). Hal itu disebabkan adanya pemangkasan anggaran sosialisasi oleh KPU RI sebesar 30 persen.

“Para Relasi ke depan itu nggak bisa dikerahkan seperti pada Pileg kemarin. Anggaran untuk sosialisasi cukup besar pemangkasannya,” kata Komisioner KPU DIY Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Humas, Farid Bambang Siswantoro, Senin (19/5).

Ia mengatakan, pemangkasan anggaran sosialisasi yang diharapkan tersebut dikarenakan ada pengalihan alokasi untuk menghadapi gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK) dalam PHPU (Perselisihan Hasil Pemilihan Umum) Legislatif 2014. Meskipun DIY tidak ada gugatan, akan tetapi terkena dampaknya.

“Tapi kami tetap akan berupaya mencari jalan lain untuk melakukan sosialisasi ataupun untuk para Relasi itu, meskipun belum ketemu. Sebab kami juga kasihan, mereka sudah jadi relawan masa biaya sosialisasi mau ditanggung mereka sendiri,” katanya.

Namun demikian, KPU DIY akan berupaya mencari cara agar KPU RI mengalokasikan anggaran untuk sosialisasi di Yogyakarta. Pihaknya baru dapat memastikan apakah dalam Pilpres nanti tetap meniadakan Relasi maupun sosialisasi pada 26 Mei mendatang.

Sementara itu, Ketua Relawan Demokrasi Kota Yogyakarta, Prayoga, mengatakan, sebenarnya meskipun tidak ada anggaran para relawan masih tetap bisa jalan. Karena dari pengalaman saat Pileg lalu, Relasi melakukan kegiatan sosialisasi ‘numpang’ dalam pertemuan-pertemuan di masyarakat.

Ia mengungkapkan, selama Pileg kemarin, Relasi mampu menjangkau kelompok masyarakat yang tidak tersentuh oleh KPU, PPK, maupun PPS. Mereka masuk ke kelompok pinggiran, waria, difable, pemilih pemula, dan asrama-asrama mahasiswa.

“Menurut kami harus tetap ada. Tanpa anggaran pun bisa sebenarnya, namanya juga relawan. Ini karena tidak ada kemauan dari KPU pusat saja,” katanya.

Menurutnya, KPU akan kuwalahan dalam melakukan sosialisasi ke pemilih. Sebab dalam Pileg lalu saja meskipun telah ada Relasi, namun masih mengalami kesulitan menjangkau pemilih yang golput.(had)

Tags
Pemilu
Penulis: had
Editor: tea
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved