Lebaran 2014

PT KAI Siapkan 18 KA Tambahan untuk Angkutan Lebaran

KA tambahan lebaran yang akan dioperasikan tersebut terdiri dari 12 KA tambahan kelas komersial serta 6 KA tambahan ekonomi nonkomersial

Penulis: Rento Ari Nugroho | Editor: Ikrob Didik Irawan

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rento Ari Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM, PURWOKERTO - Mengantisipasi tingginya permintaan angkutan pada Lebaran 2014 ini, PT Kereta Api Indonesia (KAI) berencana menjalankan 18 KA tambahan lebaran untuk lintas selatan. Jumlah itu untuk mendukung 64 KA reguler yang ada saat ini. Dari 18 KA tambahan lebaran tersebut, 12 KA (6 KA perjalanan pergi pulang, red) dialokasikan untuk jurusan Jakarta dan 6 KA (3 KA PP) untuk jurusan Bandung.

KA tambahan lebaran yang akan dioperasikan tersebut terdiri dari 12 KA tambahan kelas komersial (eksekutif, bisnis dan ekonomi komersial) serta 6 KA tambahan ekonomi nonkomersial berfasilitas Public Service Obligation (PSO).

Manajer Humas PT KAI Daop V Purwokerto, Surono mengungkapkan, KA tambahan tujuan Jakarta terdiri dari KA Argo Lawu Lebaran (eksekutif) jurusan Solo-Gambir, KA Gajayana Lebaran (eksekutif) jurusan Malang- Gambir, KA Jaka Tingkir (ekonomi komersial) jurusan Purwosari- Pasarsenen, KA Sawunggalih Lebaran (bisnis) jurusan Kutoarjo-Jakarta Kota, KA Kutojaya Pagi Lebaran (ekonomi komersial) jurusan Kutoarjo-Pasarsenen, dan KA Kutojaya Utara Lebaran (ekonomi PSO) jurusan Kutoarjo-Pasarsenen.

"Sedangkan untuk jurusan Bandung terdiri dari KA Lodaya Pagi Lebaran (eksekutif dan bisnis) jurusan Solo- Bandung, KA Pasundan Lebaran (ekonomi PSO) jurusan Surabaya Gubeng-Kiaracondong dan KA Kutojaya Selatan Lebaran (ekonomi PSO) jurusan Kutoarjo-Kiaracondong," jelasnya dalam siaran persnya, Selasa (6/5/2014).

KA Lebaran jurusan Jakarta dan KA Lodaya Lebaran jurusan Bandung, lanjut Surono, masing- masing direncanakan akan membawa rangkaian delapan kereta penumpang dan satu kereta makan (restorasi). Kecuali KA Gajayana Lebaran yang akan membawa 7 kereta penumpang dan satu kereta makan. Sedangkan KA Ekonomi Lebaran PSO jurusan Bandung masing- masing akan membawa enam kereta penumpang dan satu gerbong kereta makan.

Dari 18 KA tambahan lebaran tersebut 6 KA tambahan masing- masing Argo Lawu Lebaran (Solo-Gambir), Argo Lawu Lebaran (Gambir-Solo), Lodaya Lebaran (Solo- Bandung), Lodaya Lebaran (Bandung-Solo), Sawunggalih Lebaran (Kutoarjo- Jakartakota), dan Sawunggalih Lebaran (Jakartakota- Kutoarjo) direncanakan akan dijalankan tiap dua hari sekali. Sedang KA Tambahan Lebaran lainnya dijalankan tiap hari.

"Beragamnya kelas kereta api tambahan lebaran yang akan dijalankan dimaksudkan agar masyarakat bisa memilih kelas KA sesuai dengan selera dan keinginan untuk perjalanan mudik lebaran mereka," imbuh Surono.

Mengenai tarif, KA Tambahan Lebaran kelas komersial akan sama besarnya dengan KA reguler yang diikutinya pada hari dan tanggal yang sama. "Misalnya tarif KA Argo Lawu Lebaran akan sama besarnya dengan tarif KA Argolawu reguler pada tanggal yang sama," terangnya.

Sedangkan tarif KA Tambahan Lebaran yang mendapat fasilitas PSO besarnya tetap untuk semua tanggal keberangkatan, sama dengan tarif KA PSO yang diikutinya.

KA Tambahan Lebaran yang direncanakan akan dioperasikan, akan menyediakan sekitar 11.068 seat setiap harinya. Dengan rincian masing-masing sebanyak 3.800 seat untuk tujuan Jakarta, 3.800 seat untuk keberangkatan dari Jakarta ke arah timur, 1.728 seat untuk tujuan Bandung dan 1.728 seat untuk keberangkatan dari Bandung ke arah timur.

"Hingga saat ini PT KAI masih sedang terus melakukan persiapan sarana secara intensif untuk KA Tambahan Lebaran tersebut, baik lokomotif maupun keretanya. Untuk tiketnya sendiri baru akan dibuka penjualannya setelah persiapan tuntas. Kami harus yakin seluruh armada sarana yang akan digunakan dalam kondisi siap operasi," pungkasnya. (Tribunjogja.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved