Gunungkidul Bebas dari Endemis Malaria

Gunungkidul menerima sertifikasi eleminasi malaria Kementrian Kesehatan karena berhasil mengeliminasi kasus malaria kurang dari 1 per 1.000 penduduk

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Ikrob Didik Irawan

Laporan Reporter Tribun Jogja, Hari Susmayanti

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Kabupaten Gunungkidul menerima sertifikasi eleminasi malaria dari Kementrian Kesehatan karena berhasil mengeliminasi kasus malaria kurang dari 1 per 1.000 penduduk. Saat ini, Gunungkidul sudah dinyatakan sebagai daerah bukan endemis malaria.

Kepala Bidang Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan untuk bisa mendapatkan sertifikasi eleminasi malaria ini pemerintah Gunungkidul sudah melakukan berbagai program. Salah satunya dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat di dalam masyarakat serta pembasmian vektor penyebar malaria.

Dengan program pembebasan penyakit malaria tersebut, akhirnya Gunungkidul bisa menekan penularan penyakit yang disebarkan oleh nyamuk tersebut. Bahkan saat ini sudah tidak ada warga yang terserang malaria yang penularannya berasal dari wilayah Gunungkidul. Beberapa warga yang menderita malaria merupakan penyakit bawaan dari luar daerah.

"Untuk mendapatkan sertifikasi eleminasi malaria ini harus memenuhi beberapa syarat. Paling utama adalah tidak ada penderita malaria yang penularannya berasal dari wilayah Gunungkidul," katanya, Senin (5/5/2014).

Dia menjelaskan, sebelum ditetapkan menjadi daerah bukan endemi malaria, Kementrian Kesehatan melakukan verifikasi ke lapangan. Hasilnya memang Gunungkidul memenuhi syarat untuk memperoleh sertfikat eleminasi malaria. Sertifikatnya diberikan kepada Dinas Kesehatan DIY pada 26 April lalu dan kemudian diberikan kepada pemerintah Kabupaten Gunungkidul pada 28 April.

Saat ini jumlah penderita malaria di Gunungkidul sangat sedikit. Kurang dari 10 orang. Itupun penularannya berasal dari luar daerah yang masih menjadi endemi malaria. "Penderita malaria yang ada di Gunungkidul semuanya terkena di luar daerah. Penyakit malarianya impor dari daerah lain," jelasnya.

Dengan pemberian sertfikat eleminasi malaria ini, Dewi berharap semua pihak untuk bisa mempertahankannya. Masyarakat harus waspada terhadap migrasi penduduk terutama dari daerah yang menjadi endemi malaria.

Sementara itu, Sekda Gunungkidul, Budi Martono mengungkapkan pemerintah akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk menekan penularan penyakit malaria. Berbagai upaya akan terus dilanjutkan sehingga nantinya diharapkan Gunungkidul bisa terbebas dari malaria. "Kita mendapatkan sertifikasi eleminasi malaria. Kita akan pertahankan itu,"imbuhnya. (Tribunjogja.com)

Tags
malaria
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved