Pengusaha Muda Anggota JCI Tembus 200 Ribu

Anggota Organisasi Junior Chamber International telah tembus angka 200.000 orang.

Editor: tea

Laporan Reporter Magang Tribun Jogja, Anne Septi Yunisa

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Anggota Organisasi Junior Chamber International telah tembus angka 200.000 orang.

National President JCI Indonesia, Heru Cokro menerangkan JCI adalah sebuah organisasi kepemimpinan berskala internasional. Dimana orang-orang muda berusia antara 18-40 tahun belajar untuk menjadi pengusaha yang baik. Saat ini anggota JCI telah mencapai angka 200.000 dan sudah tersebar di 115 negara.

“Setiap tahunnya JCI memiliki 5 even rutin yang dihadiri oleh ribuan member JCI. Empat diantaranya adalah Konferensi Area dan satu konferensi tingkat dunia,” papar Heru saat dalam siaran persnya, Selasa (29/4/2014).

Selain itu, JCI juga mengadakan program berskala internasional yang diikuti oleh member di seluruh belahan dunia, yaitu Ten Outstanding Young Person (TOYP). Setiap tahun JCI akan memilih 10 anak muda dalam batasan usia 18-40 tahun yang berprestasi, berdedikasi, serta berkomitmen terhadap bidang yang ditekuninya.

“Setiap penerima penghargaan JCI TOYP harus menjalani serangkaian proses penjurian baik secara administrasi sampai wawancara serta menyisihkan ribuan kandidat lain yang merupakan wakil dari negaranya masing-masing,” katanya.

Pada tahun 2014 JCI Indonesia kembali menyelenggarakan TOYP, dan Yogyakarta menjadi tuan rumah, pada Sabtu (19/4/ 2014), di Gadri Balekambang Royal Ambarukmo Hotel. Acara ini akan dihadiri oleh Ibu Wali Kota Yogyakarta, Ana Hariyadi Suyuti dan National President JCI Indonesia, Heru Cokro.

Acara JCI TOYP indonesia tahun 2014 ini berhasil menemukan 10 pemuda yang berprestasi di berbagai kategori, diantaranya :

1. Jefry Amas Hutagalung (Jambi)
Ketua Umum HIPMI Jambi, Pemilik corporasi perkebunan di Wilayah Sumatera dengan bisnisnya memberikan kontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja.
2. Hanafi Rais (Yogyakarta)
Dosen sekaligus politikus muda anggota DPR RI yang gemar melakukan aktivitas sosial dan berorganisasi.
3. Avi Sariantina (Yogyakarta)
Pendiri kinder station school dan english speaking day care.
4. Anas Magfur (Kaltim)
Pembuat jas adat sarung samarinda dan juga pernah berpartisipasi di Pasadena USA.
5. Andi Taufan (Bogor)
Amartha Microfinance yang bergerak seperti grament bank memberikan kesempatan untuk rakyat mendapatkan kredit.
6. Pande Putu Setiawan (Bali)
Pendiri komunitas anak alam dan pendiri komunitas Bali Work Camp
7. YN Adri Yanta (Jakarta)
Founder dari rumah relawan.
h. Made Ayu Ayani Sukma Putri (Solo)
Menyuguhkan jamu tradisional sesuai dengan perkembangan jaman dan tidak terasa pahit.
8. Teguh Ariwibowo (Surabaya)
Pengembang communication agency di Jakarta dan meiliki beberapa klien besar.
9. Dr Adi Rahma (Temanggung)
Seorang dokter kandungan yang kemudian mengembangkan jaringan program @selamatkanibu yang memberikan informasi menjelang kelahiran dan membuat aplikasi software.

Skandal Kuliner Terkait
Disegel, Bakpia Tidak Asli Jadi Buronan di Malaysia

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved