Kantor PLN Madiun Terbakar

Pemadaman sulit dilakukan lantaran gedung didominasi konstruksi berbahan kayu

Editor: Mona Kriesdinar

TRIBUNJOGJA.COM, MADIUN - Kantor Pusat PLN Madiun terbakar pada Sabtu (19/4/2014) pagi. Sebanyak 30 petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satgas Tagana, dan petugas Pemadam Kebakaran (PMK) disiagakan untuk memadamkan api yang meluluh-lantakkan bangunan dan seluruh aset yang ada di dalam kantor pusat PLN Madiun tersebut. Puluhan petugas masih kesulitan memadamkan api dalam waktu singkat lantaran bangunan kantor yang ada di barat JL MT Haryono, Kelurahan Mojorejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun itu konstruksi bangunannya didominasi kayu.

Selain itu, perabotnya terbuat dari kayu serta arsip-arsipnya kebanyakan berupa tumpukan kertas dokumentasi pelanggan dan dokumen penting lainnya.

"Kendala kami dalam memadamkan api, karena banyak ruangan konstruksinya berbahan kayu. Kemudian banyak bahan muda terbakar lainnya seperti ruangan arsip isinya kertas-kertas dokumentasi dan perabot-perabotnya juga kebanyakan dari kayu," terang Koordinator Rescue Kota Madiun, Jayus Indar Puguh Susetyo kepada Surya, Sabtu (19/4/2014).

Padahal, dalam pemadaman api itu, kata Jayus sudah dilaksanakan sejak mulai pukul 05.00 WIB. Yakni sekitar 10 menit, paska ada laporan kebakaran.

Selain itu, pihaknya juga sudah mengerahkan sekitar 30 petugas gabungan untuk memadamkan api itu.

"Semua petugas konsentrasi pemadaman, membutuhkan waktu lama dalam pemadaman karena memang semua bahan bangunan dan arsipnya mudah terbakar. Belum lagi harus gonta ganti sebanyak 7 mobil pemadam mencari stok air," imbuhnya.

Sementara dalam pemadaman itu, kata pria berbadan tambun ini, pemadaman api menggunakan 5 mobil PMK dan 2 truk tangki. Rinciannya, 3 PMK dan 2 truk tangki milik Pemkot Madiun, 1 unit PMK milik Pemkab Madiun serta 1 unit PMK milik Lanud Iswahyudi, Maospati, Kabupaten Magetan.

"Kami tetap mengupayakan maksimal pemadaman. Usai api berhasil dipadamkan, kami akan mengusahakan untuk memberikan pembasahan di seluruh bangunan dan sedut gedung yang terbakar agar tidak ada sisa yang memicu kebakaran susulan," pungkasnya. (*)

Skandal Kuliner Terkait :
Disegel, Bakpia Tidak Asli Jadi Buronan di Malaysia

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved