Oktober 2014, Pelabuhan Tanjung Adikarto Kulonprogo Mulai Beroperasi

Pelabuhan Tanjung Adikarto di Kulonprogo direncanakan mulai beroperasi Oktober 2014.

Penulis: esa | Editor: tea

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ekasanti Anugraheni

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pelabuhan Tanjung Adikarto di Kulonprogo direncanakan mulai beroperasi Oktober 2014. Pemda DIY kini tengah mengupayakan penyelesaian beberapa bagian bangunan sehingga memungkinkan kapal-kapal penangkap ikan singgah di pelabuhan baru itu.

"Sekitar Oktober atau November 2014 akan soft-launching dulu. Jadi mulai ada beberapa kapal yang bisa masuk pelabuhan," ucap Kepala Bidang Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Suwarman Partosuwiryo dalam rangkaian kunjungannya ke sejumlah pusat budidaya perikanan dan pelabuhan, Selasa (15/4).

Untuk mengejar target soft-launching, Pemda DIY kini tengah merampungkan beberapa konstruksi pelabuhan. Meliputi pengerukan alur pelayaran serta fasilitas bangunan darat antara lain pos jaga, gudang es, gudang ikan dan perkantoran. Nilainya Rp 14,7 miliar. "Sekarang proses lelang. Bulan Mei mulai konstruksi," tutur pria yang akrab disapa Maman ini.

Sedangkan operasional pelabuhan secara total baru dimungkinkan tahun 2016. Sebab, Pemda masih harus merampungkan breakwater pelabuhan yang menelan ratusan miliar. "Itu harus dibiayai pusat. Ini sudah dilimpahkan (pembiayaannya) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan kepada Kementerian Pekerjaan Umum," ucap Ichsanuri dalam rapat Pansus Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubernur 2013.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi dan Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIY Rani Sjamjinarsi mengatakan, dibutuhkan Rp 400 miliar anggaran untuk pembangunan breakwater di pelabuhan Tanjung Adikarto. Namun, anggaran ratusan miliar itu belum bisa dikucurkan Kementerian Pekerjaan Umum pada 2014. Alokasi anggaran itu akan dialihkan untuk penyelesaian rehabilitasi Merapi lebih dulu.

"Dialihkan untuk rehabilitasi Merapi dulu. Masih banyak proyek sabo dam yang belum selesai," tutur Rani.

Oleh karena itu, pada 2014, tidak akan ada proyek perpanjangan bangunan breakwater. Meski demikian, kolam sandar kapal dimungkinkan sudah bisa beroperasi tahun ini. "Tapi butuh maintenance, untuk memperdalam kolam (sandar kapal)," imbuhnya.

Dengan dioperasikannya pelabuhan tahun ini, Dinas Kelautan dan Perikanan DIY menargetkan perolehan hasil tangkap ikan hingga 6.650 ton pada 2014. Sebab, pada tahun lalu, hasil tangkapan ikan laut DIY tak mencapai target. Hasil tangkapan hanya 4.996 ton atau setara 84 persen dari target perolehan 5.900 ton setahun untuk memenuhi kebutuhan konsumsi DIY.

"Hasil tangkapan ikan 2013 tidak memenuhi target karena operasionalisasi kapal Inkamina juga belum optimal," ucap
Suwarman.

Menurut Suwarman, kapal Inkamina seharusnya mampu menampung hingga 30 ton tangkapan ikan. Namun, karena masa perjalanan kapal tidak optimal, hasil tangkapannya pun kurang. "Harusnya sekali trip itu sampai dua minggu. Tapi, selama ini hanya empat hari saja. SDM-nya belum siap. Ada yang mabuk laut," ungkapnya.

Meski demikian, Pemda ternyata kembali mengupayakan pengadaan tiga kapal Inkamina baru tahun ini. Masing-masing senilai Rp 1,4 miliar/unit. Sehingga, DIY akan memiliki 16 kapal penangkap ikan skala besar.

Nantinya, ketika pelabuhan bisa beroperasi sepenuhnya pada 2016, Dislautkan DIY menargetkan peningkatan hasil tangkapan ikan hingga 40 persen dibandingkan tahun ini. "Mencapai 7.200 ton setahun. Tapi itu butuh promosi juga, agar kapal-kapal mau bersandar ke pelabuhan baru di Kulonprogo itu," imbuhnya. (esa)

Skandal Kuliner Terkait
Disegel, Bakpia Tidak Asli Jadi Buronan di Malaysia

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved