KA Malabar Anjlok
PT KAI Daop V Purwokerto Intensifkan Pengawasan Jalur Rawan Bencana
Peristiwa tergulingnya KA Malabar akibat jalur rel yang longsor tidak hanya menimbulkan korban jiwa
Penulis: Rento Ari Nugroho | Editor: tea
Laporan Reporter Tribun Jogja, Rento Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, PURWOKERTO - Peristiwa tergulingnya KA Malabar akibat jalur rel yang longsor tidak hanya menimbulkan korban jiwa. Terputusnya jalur juga membuat belasan perjalanan KA dari dan menuju Bandung dialihkan ke jalur utara.
Untuk menghindari terulangnya kecelakaan KA akibat tanah longsor, PT KAI Daop V Purwokerto mengintensifkan pengawasan terhadap 21 titik rawan bencana di jalur KA.
Manajer Humas PT KAI Daop V Purwokerto, Surono mengatakan, 21 titik rawan bencana yang ada di wilayah Daop V Purwokerto tersebut meliputi enam titik rawan longsor, 12 titik rawan ambles, dan tiga titik rawan banjir.
"Lokasi rawan longsor terbanyak berada antara stasiun Kebasen-Notog di Kabupaten Banyumas yakni tiga titik.
Sementara, masing- masing satu titik berada di Kabupaten Kebumen, antara stasiun Wonosari-Kutowinangun, dan di Kabupaten Ciamis antara stasiun Langen-Banjarpatroman," kata Surono dalam siaran persnya yang diterima Tribun Jogja, Senin (7/4/2014).
Ia memaparkan, daerah rawan ambles terbanyak di jalur rel wilayah Daop V terdapat di Kabupaten Cilacap terbentang dalam koridor antara Sikampuh - Kawunganten sebanyak lima titik. Sementara di Kabupaten Kebumen titik rawan ambles ada diantara stasiun Ijo-Karanganyar sebanyak tiga titik. Di Kabupaten Tegal dan Brebes masing-masing terdapat dua titik rawan ambles, yakni antara stasiun Prupuk - Linggapura dan Linggapura-Patuguran.
Sementara daerah rawaan banjir ada 3 titik, masing- masing 2 titik diwilayah Kabupaten Banyumas, yakni antara stasiun Kemranjen- Sumpyuh, dan 1 titik di wilayah Kabupaten Brebes, antara stasiun Kretek-Patuguran.
"Titik lokasi rawan bencana masih seperti peta tahun 2013 yang lalu, hanya jumlahnya yang berkurang empat titik," imbuhnya.
Daop V Purwokerto, lanjutnya, melakukan tiga langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya kecelakaan KA akibat bencana alam. Tindakan tersebut berupa normalisasi drainase sepanjang jalur KA, menambah jadwal pemeriksaan jalur KA dan memasang petugas pengawas di titik- titik rawan terjadinya bencana.
"Kami sudah menginstruksikan kepada semua UPT jalan rel untuk segera menormalisir seluruh jaringan drainase jalur KA agar bisa berfungsi dengan baik," pungkasnya.(*)
Skandal Kuliner Terkait :
Bakpia Tidak Asli Merajalela di 7 Titik Penting Yogya