Lipsus Judi Togel
Pengepul Tak Kenal Siapa Bandarnya
Antara bandar dan pengepul berkomunikasi dengan media telepon
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - SULITNYA pengungkapan bandar judi togel tidak lepas dari sistem yang digunakan oleh jaringan bisnis togel. Peredaran juri Togel ini menggunakan sistem terputus rantai terputus.
Antara bandar dan pengepul berkomunikasi dengan media telepon. Jika salah seorang pengecer atau pengepul tertangkap polisi, maka hubungan keduanya dengan bandar otomatis terputus.
"Saya baru sekali bertemu dengan bandar. Saya tidak kenal dekat," kata Hardi Yuswanto(41), salah seorang pengepul yang kini tengah menjadi tersangka kasus Togel di Polres Gunungkidul.
Menurut warga Sumberharjo, Prambanan ini, komunikasi yang dilakukan dengan sang bandar hanya melalui telepon dan sms saja. Sementara untuk pengiriman hasil penjualan togel dilakukan melalui bank dengan cara transfer.
Selain komunikasi tentang togel, dirinya tidak pernah melakukan komunikasi tentang persoalan lainnya.
"Semuanya atas dasar kepercayaan. Setiap pekan saya bisa mentransfer ke bandar sekitar 2,5 juta. Tapi tidak pasti, tergantung omzetnya," jelasnya saat ditemui di Mapolres Gunungkidul.
Selama menjadi pengepul, Hardi mengaku sudah memiliki 4 anak buah yang bertugas mencari konsumen. Para pengecer berjualan dengan model blusukan ke dalam pemukiman masyarakat. Konsumennya beragam mulai dari petani, pengangguran bahkan kalangan remaja.
"Konsumennya tidak tentu, siapa saja bisa beli. Paling dalam semalam omzetnya juga tidak pasti," ucapnya.
Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Suhadi mengakui kalau pihaknya kesulitan untuk membongkar jaringan judi togel. Untuk bisa menangkap pengecer, petugas harus menemukan alat bukti yang cukup terutama uang.
Selain itu, kesulitan petugas untuk menyentuh bandar togel adalah sistem yang digunakan berupa jaringan terputus.
"Untuk mengungkap judi togel, kita harus menemukan bukti uang. Mereka rata rata juga tidak mengenal bandarnya," katanya.
Meski mengalami kesulitan, imbuh Suhadi pihaknya tetap akan memberantas praktek judi togel. Untuk itu diharapkan seluruh warga masyarakat untuk memberikan informasi kepada petugas. Seluruh informasi akan ditindaklanjuti oleh petugas. (tribunjogja.com)
Skandal Kuliner Terkait :
Bakpia Tidak Asli Merajalela di 7 Titik Penting di Yogya