Polisi Periksa Dokter dan Perawat Terkait Kasus Penculikan Bayi di RS
Polrestabes Bandung memeriksa 13 saksi empat di antaranya adalah dokter dan perawat yang ikut membantu persalinan
TRIBUNJOGJA.COM, BANDUNG - Terkait aksi penculikan bayi perempuan dari pasangan Toni Manurung (26) dan Lasmaria Manurung (24) di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Selasa (25/3/2014) malam, Polrestabes Bandung memeriksa 13 saksi untuk dimintai keterangan, empat di antaranya adalah dokter dan perawat yang ikut membantu persalinan Lasmaria sebelum bayinya raib.
"Ada empat dokter dan perawat rumah sakit yang kita periksa," kata Kepala Polrestabes Bandung, Kombes Mashudi di Jalan Puter, Kota Bandung, Kamis (27/3/2014).
Dari hasil pemeriksaan, Mashudi mengatakan, tidak ada satupun dokter dan perawat yang mengenali pelaku.
"Keterangan perawat (yang diperiksa) tidak tahu siapa nama pelaku itu. Padahal sebelumnya yang bersangkutan (pelaku) ini bolak-balik dua hingga tiga kali," tuturnya.
Sementara itu, berdasarkan hasil identifikasi rekaman CCTV, dia menyatakan ciri-ciri pelaku penculikan ini mengenakan pakaian dokter dengan menggunakan jilbab dan berkacamata.
Sebelumnya diberitakan, buah hati Toni dan Lasmaria yang baru dilahirkan di RS Hasan Sadikin, Selasa pagi, diculik oleh seorang perempuan berkerudung yang menyamar menjadi dokter. Bayi itu diketahui hilang pada hari itu juga sekira pukul 19.30 WIB . Aksi perempuan tersebut terekam kamera CCTV rumah sakit.(*)
Skandal Kuliner Terkait :